Siaga Musim Kemarau , BPBD Banyumas Siapkan Puluhan Toren Air

FB_IMG_1778223897286.jpg

Banyumas – BPBD Kabupaten Banyumas mulai menyiapkan berbagai kebutuhan logistik untuk menghadapi potensi kekeringan saat musim kemarau 2026. Puluhan toren air hingga armada distribusi disiagakan guna menjaga kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah rawan.

Kabid Darurat dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, mengatakan Banyumas diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Juni Dasarian II atau sekitar pertengahan Juni 2026. Prakiraan tersebut masih bersifat sementara dan mengacu pada informasi awal dari BMKG.

Meski durasi musim kemarau di Banyumas diperkirakan lebih singkat dibanding beberapa daerah lain, langkah antisipasi tetap dilakukan sejak dini. BPBD Banyumas juga masih menunggu rilis resmi terbaru BMKG terkait perkembangan cuaca dan penetapan musim kemarau di wilayah Banyumas.

“Namun, kami masih menunggu informasi dan rilis resmi terbaru dari BMKG terkait perkembangan cuaca dan penetapan musim kemarau di Banyumas,” ujarnya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD Banyumas telah menyiapkan 14 unit toren air berkapasitas 2.000 liter dan 64 unit toren ukuran 750 liter. Seluruh toren tersebut nantinya akan disebar ke wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau berlangsung.

Selain toren air, BPBD Banyumas juga menyiapkan tiga unit truk tangki air dan satu unit truk serbaguna. Armada tersebut akan digunakan untuk mendukung distribusi bantuan air bersih apabila kebutuhan masyarakat meningkat.

“Kami berharap tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan di musim kemarau ini. Namun ini merupakan bagian dari antisipasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah bersama unsur terkait dalam menghadapi musim kemarau tahun 2026,” ujar Abdul Ladjis.

Ia menambahkan, seluruh pihak terkait telah menyatakan kesiapan membantu apabila terjadi potensi bencana selama musim kemarau. Fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah daerah yakni memastikan ketersediaan air bersih tetap aman bagi masyarakat.

BPBD Banyumas juga telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak guna memperkuat penanganan apabila kebutuhan air bersih meningkat. Dukungan dari sejumlah lembaga dan perusahaan disiapkan untuk membantu distribusi bantuan jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Jika nanti kurang, kami sudah berkomunikasi dengan CSR perusahaan, PDAM, PMI, Baznas, MDMC, dan pihak lainnya yang juga siap membantu,” jelasnya.(Red)

scroll to top