Pria Sokaraja Ini Hampir Diamuk Massa Di Kos-Kosan Dukuhwaluh karena Berburu Celana Dalam Perempuan!

Banyumas – Sebuah aksi tak biasa berujung geger melanda warga Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas pada Kamis (28/5) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Seorang pria berinisial AD (28) nyaris menjadi bulan-bulanan massa setelah nekat menyelinap ke dalam sebuah rumah sekaligus kos-kosan milik warga setempat berinisial SS (46).

Beruntung, aksi main hakim sendiri berhasil digagalkan berkat kesigapan aparat Kepolisian Sektor Kembaran yang tiba tepat waktu di lokasi kejadian.

Aksi nekat AD, yang diketahui merupakan warga Kecamatan Sokaraja, bermula ketika ia secara diam-diam menyusup ke area rumah korban. Tak tanggung-tanggung, pria ini bahkan sempat memanjat hingga ke lantai dua bangunan.

Namun, petualangan malamnya berakhir seketika saat korban mendengar suara mencurigakan di dalam rumahnya.

Setelah diperiksa, korban terkejut mendapati sosok asing di kediamannya dan langsung berteriak meminta bantuan.

Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung mengepung dan mengamankan AD sebelum ia sempat melarikan diri.

Bukan Incar Harta, Tapi Berburu Pakaian Dalam Wanita

Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, mengungkapkan bahwa setelah dilakukan pendalaman, polisi menemukan fakta yang cukup mencengangkan.

Berbeda dari kasus penyusupan pada umumnya, AD sama sekali tidak berniat menggasak uang, perhiasan, atau barang berharga lainnya.

“Berdasarkan keterangannya, pelaku masuk bukan untuk mencuri barang berharga, melainkan mencari pakaian dalam perempuan di jemuran untuk dilihat dan difoto,” jelas Kombes Petrus Silalahi dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

Selain motif yang tak biasa tersebut, polisi juga mengungkap bahwa AD diduga memiliki riwayat gangguan perilaku yang sudah berlangsung cukup lama.

Pelaku diketahui pernah menjalani pemeriksaan medis terkait kondisinya, namun sayangnya penanganan tersebut tidak berlanjut.

Mengingat tidak ada kerugian materiil yang dialami oleh korban, kasus yang sempat memicu ketegangan ini akhirnya diselesaikan melalui jalur mediasi.

Pihak korban dan keluarga pelaku sepakat untuk menempuh jalan damai.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pembinaan, AD telah membuat surat pernyataan resmi.

Ia juga diwajibkan untuk menjalani wajib lapor ke kantor polisi setiap hari Kamis agar perilakunya dapat terus dipantau dan dibina oleh pihak kepolisian.(Red)

scroll to top