ISTRI YANG BURUK PERANGAI


Oleh : _Ibnu Hajar Mahbub_

Dikisahkan dalam _Kitab Majalisus Tsaniyyah, karya Syaikh Nawawie Al-Bantani_ bahwa _Syaqiq Al-Balkh_ seorang ulama besar mempunyai istri yang buruk perangainya.

Lalu ada seseorang yang berkata kepadanya : _*”Wahai Guru, mengapa tidak Anda ceraikan saja istrimu itu karena telah banyak menyakitimu dengan akhlaknya yang buruk”*_.

Syaqiq menjawab : _*”Kalau dia berakhlak buruk, maka aku banyak mendapatkan kiriman pahala darinya dan biarlah dosa menjadi tanggungannya. Seandainya aku ceraikan, aku khawatir tidak ada orang yang mau menjadikan istri karena akhlaknya yang buruk “*_.

Memiliki istri yang buruk perangainya sering kali dianggap sebagai nasib yang kurang baik. Namun, menurut Gus Baha, terdapat hikmah besar di balik hal tersebut yang sering kali luput dari perhatian banyak orang.

Dalam sebuah ceramahnya yang dikutip dari tayangan YouTube Gus Baha mengungkapkan bahwa memiliki istri yang buruk perangai sebenarnya dapat membawa hikmah di dalamnya.

Salah satu hikmah adalah dang istri aman dari gangguan orang lain. Menurutnya, lelaki lain tidak akan tertarik pada istri yang memiliki sifat judes, sehingga suami tidak perlu khawatir akan godaan dari luar.

Hikmah lain memiliki istri yang judes, menurut ulama-ulama terdahulu adalah bahwa kebanyakan suami yang mempunyai istri yang judes, rizqinya lancar. Bener tidaknya statement itu sangatlah relatif.

والله اعلم بالصواب

Pondok Aren
Jumat, 24 April 2026
06 Dzul Qoidah 1447 H

scroll to top