Pasar Kanjengan Johar Terbakar

Ilustrasi-Kebakaran.jpg

Semarang – Kebakaran melanda Pasar Kanjengan Johar, Kecamatan Semarang Tengah, Rabu (29/4/2026) malam.

Peristiwa ini menghanguskan puluhan ruko dan ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL), memaksa para pedagang menyelamatkan diri di tengah kondisi gelap akibat listrik padam.

Rusianti (50), salah satu pedagang, masih mengingat jelas malam itu. Sekitar pukul 21.00 WIB, ia sudah bersiap beristirahat dalam kondisi lampu mati di lapaknya yang juga digunakan untuk tidur.

“Saya sudah mau tidur, kondisi sudah gelap karena mati lampu. Saya kira listrik padam biasa,” ujar Rusianti, Kamis (30/4/2026) dini hari.

Tak lama kemudian, teriakan kebakaran memecah suasana, sekira pukul 22.00 WIB dirinya terbangun.

“Tiba-tiba ada yang teriak kebakaran dari pojok sana. Saya langsung bangun dan keluar, gelap tapi harus menyelamatkan diri,” kata Rusianti.

Rusianti yang telah berdagang sejak 1997 menyebut, ini merupakan kebakaran terbesar yang pernah ia alami di lokasi tersebut.

Pedagang lain, Anton (36), menduga awal mula kebakaran. Ia menyebut api pertama kali muncul dari tumpukan peti buah kosong di ujung utara pertokoan sekitar pukul 23.00 WIB.

“Saya sempat melihat awalnya api dari keranjang atau peti buah kosong di ujung utara. Sekitar jam 11 malam itu api sudah mulai membesar,” ucap Anton.

Dalam waktu sekitar 15 menit, api dengan cepat merambat ke pertokoan di bagian tengah pasar.

“15 menit sudah membakar toko, lalu merembet ke sisi lainnya. Orang-orang langsung teriak kebakaran,” kata Anton.

Ia menyebut, area tengah pasar yang dipenuhi lapak kecil menjadi salah satu titik paling terdampak.

Warga dan pedagang sekitar sempat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, sekira 10 menit saat api berkobar hebat, Damkar Kota Semarang melakukan penangan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung bergerak ke lokasi dalam waktu sekitar 10 menit.

Sebanyak 10 armada dengan lebih dari 60 personel dikerahkan, dibantu unit dari Kabupaten Semarang dan Demak.

“Total sekitar 10 unit, personel lebih dari 60 orang,” kata Sih Rianung.

Namun, proses pemadaman sempat terkendala suplai air. Beberapa rumah hydrant di sekitar lokasi kejadian tidak dapat difungsikan optimal.

“Ada yang baterainya tidak ada, ada juga panel listriknya dicopot. Tapi untungnya dibagian bawah masih ada tandon air yang bisa dimanfaatkan,” kata Sih Rianung.

Meski begitu, suplai air tambahan dari PDAM dan BPBD membantu proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

Lebih dari 200 Pedagang Terdampak

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva saat ditemui di lokasi, menyebut kebakaran ini berdampak pada ratusan pedagang.

“PKL kurang lebih ada 200, ditambah sekitar 20-an di Blok F. Total sekitar 220-an pedagang terdampak,” ujar Aniceto.

Selain itu, sekitar 26 ruko di bagian depan turut terdampak kebakaran.
Untuk itu, pihaknya menyiapkan relokasi sementara agar para pedagang tetap bisa berjualan.

“Kami siapkan di Pasar Kanjengan itu sendiri (gedung baru) bisa juga di Pasar Johar,” kata Aniceto.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp2 hingga Rp2,5 miliar, mengingat banyak lapak dibangun secara swadaya.

Terkait penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Tim terkait dijadwalkan melakukan investigasi lanjutan untuk memastikan sumber api secara pasti.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka.(D.e.p)

scroll to top