AHY ; Infrastuktur Nasional Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran

IMG_20260314_141257-1.jpg

Jakarta + Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan kesiapan infrastruktur nasional untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

“Infrastruktur yang digunakan selama arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini memang menjadi perhatian kami,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, telah bekerja secara intensif selama satu bulan terakhir guna memastikan jalur transportasi darat, laut, dan udara dapat digunakan secara aman dan lancar oleh masyarakat.

Menko AHY menjelaskan perhatian utama pemerintah tertuju pada kondisi jalan yang menjadi jalur utama pemudik.

Melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, berbagai perbaikan dan peningkatan kualitas jalan terus dilakukan, terutama di jalur utama serta jalan arteri.

“Infrastruktur yang digunakan selama arus mudik dan arus balik ini menjadi perhatian kami satu bulan terakhir. Kementerian Pekerjaan Umum melakukan perbaikan-perbaikan jalan, baik di arus utama maupun jalan arteri yang akan membawa para pemudik ke berbagai kabupaten dan kota di seluruh Pulau Jawa serta sebagian wilayah Sumatera,” papar Menko AHY.

Selain memastikan kondisi jalan, pemerintah juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi bencana yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan.

Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, pemerintah telah mengidentifikasi berbagai risiko, seperti banjir, banjir rob, maupun kerusakan infrastruktur akibat hujan deras.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menyiapkan unit khusus penanganan darurat atau Disaster Relief Unit (DRU) yang siap bergerak cepat apabila terjadi kerusakan pada fasilitas atau infrastruktur akibat bencana.

Unit tersebut bertugas melakukan perbaikan darurat sehingga jalur transportasi dapat kembali digunakan secepat mungkin.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kesiapan seluruh moda transportasi selama periode mudik Lebaran.

Tidak hanya transportasi darat, pemerintah juga memastikan kesiapan layanan kereta api, kapal laut, serta penerbangan.

“Perhubungan memastikan semua moda transportasi siap digunakan, baik di jalan raya, kereta api, kapal, maupun pesawat. Bahkan, kapasitasnya juga ditambah, termasuk kapasitas kursi, sehingga bisa mengakomodasi jutaan masyarakat yang akan melakukan perjalanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemerintah telah memetakan potensi puncak arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini. Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret.

Puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24-25 Maret dan kembali meningkat pada 28-29 Maret.

Untuk mengurangi kepadatan perjalanan dalam waktu bersamaan, pemerintah kembali menerapkan kebijakan fleksibilitas kerja bagi sejumlah instansi dan perusahaan.

Kebijakan tersebut berupa Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) yang memungkinkan pekerja tetap menjalankan tugas tanpa harus berada di kantor.

Menurut AHY, kebijakan tersebut terbukti efektif dalam mengurai kepadatan mobilitas masyarakat pada periode libur panjang sebelumnya, termasuk saat mudik Lebaran tahun lalu maupun masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Dengan kebijakan tersebut, tidak semua orang harus keluar kota atau melakukan perjalanan di waktu yang sama. Strategi ini terbukti efektif pada penyelenggaraan mudik Lebaran sebelumnya maupun saat libur Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.

Ia pun berharap berbagai langkah persiapan tersebut dapat memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar, sekaligus meminimalisir potensi gangguan di jalur transportasi selama periode lebaran.(D.e.p)

scroll to top