Oleh : Ibnu Hajar Mahbub
Pengantar
Sebelum melanjutkan kisah konflik antara Siti Sarah dan Siti Hajar, lebih afdhol jika mengetahui riwayat hidup Nabi Ibrahim secara singkat. Sebab jika berbicara tentang perjalanan ibadah haji, maka tidak akan terlepas dari perjalanan hidup _Kholilulloh (Kekasih الله ) Ibrahim atau sering juga disebut sebagai Bapak Tauhid_.
Kisah ini sengaja penulis tayang ulang jelang bulan _Dzulhijjah_ untuk mengingatkan kembali tentang kisah Nabi Ibrahim dan kisah perjalanan haji yang penuh heroik, penuh perjuangan, dan mengharukan.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
Diriwayatkan bahwa Nabi Ibrahim lahir di _Kota Ur_ Mesopotamia, Irak pada awal bulan Dzulhijjah tahun 2166 SM. Jika ditarik dengan tahun 2026 sekarang berarti Nabi Ibrahim lahir sekitar 4292 tahun yang lalu.
Nabi Ibrahim dilahirkan saat Raja Namrudz berkuasa dan memerintahkan kepada prajuritnya untuk membunuh semua bayi laki-laki yang dilahirkan, maka _Amilah_, ibunda Nabi Ibrahim yang sedang hamil mengasingkan diri di sebuah guwa yang kemudian di dalam guwa itu Nabi Ibrahim dilahirkan.
Kemudian pada kehidupan masa kanak-kanak Nabi Ibrahim dikelilingi oleh tema-tema tentang pemujaan terhadap dewa-dewa yang diimplementasikan dalam bentuk patung dan berhala. Ada satu berhala terbesar yang bernama _Sin_, terletak di depan pintu masuk kuil pemujaan. Berhala itu terbuat dari kayu besar berlempengkan emas dan dihiasi dengan busana terbaik, mendominasi interior kuil pemujaan di Kota _Ur, Mesopotamia, dekat Kota Nashiriyah, Irak Selatan_.
Sebagaimana diketahui dalan Surat Al-Anbiya’ ayat 57-58 bahwa Nabi Ibrahim menghancurkan semua berhala yang ada di kuil itu kecuali satu berhala besar yang bernama _Sin_’. Akibat tindakan Nabi Ibrahim ini, Raja Namrudz memerintahkan kepada prajuritnya untuk memanggil, menginterogasi Nabi Ibrahim dan membakarnya. Atas ijin الله dan kuasa-Nya, Nabi Ibrahim terselamatkan dan terbebas dari kobaran api membara.
Setelah terbebas dari usaha pembunuham terhadapnya, beliau bersama keluarga pindah ke _Haran_ di bagian tenggara Turki untuk berdakwah mengesakan Tuhan.
Setelah tinggal beberapa tahun di _Haran_ Turki dan kurang mendapatkan respons atas dakwahnya beliau bersama Siti Sarah yang telah dinikahinya saat keduanya tinggal di _Ur_ kemudian Nabi Ibrahim bersama Nabi Luth saudara sepupu beliau, dan beberapa orang yang telah beriman dari Ur dan Haran hijrah menuju Mesir. Namun untuk beberapa bulan beliau dan rombongan singgah di _Aleppo Suriah_.
Ketika tinggal di Mesir karena perlakuan Raja Mesir yang dholim, beliau pindah ke _Negeri Kana’an (Palestina)_ untuk menetap di sana sampai akhir hayat. Namun beliau beberapa kali atau setidaknya lima kali pergi ke _Bakkah_ tempat yang tandus untuk membangun _*BAITULLAH*_.
_*Nabi Ibrahim adalah tokoh utama dan penting dalam tiga agama besar di dunia yaitu Yahudi, Nasrani, dan Islam*_.
_*Dalam agama Yahudi, beliau adalah orang pertama yang menerima perjanjian antara beliau dan Alloh. Dalam agama Nasrani, beliau adalah bapak leluhur yang terkenal dan penerima perjanjian pertama dengan Alloh, perjanjian yang kemudian direvisi sebagai perjanjian Musa. Sedangkan perjanjian kedua diperkenalkan oleh Yesus*_.
_*Dalam agama Islam, Nabi Ibrahim adalah panutan iman yang teguh dan penganut monoteisme yang kokoh, nabi dan rasul. Beliau disebut juga sebagai Kholilulloh dan Bapak Tauhid*_
والله اعلم بالصواب
Pondok Aren
Kamis, 14 Mei 2026
27 Dzul Qaidah 1447 H
———–+++++++————
*Catatan Referensi :*.
1._Kitab Hidayah wan Nihayah_ karya Al-Hafidz Ibnu Katsir,
2. _Sejarah Dari Nabi Adam hingga Nabi Isa_ karya _Sayid Ni’matullah Al-Jazairi,_
3. _Ibrahim Kekasih Allah_, Karya _Dr. Jerald F. Dirk_ sejarawan Barat yang akhirnya memeluk Islam setelah menyandingkan kandungan Al-Qur’an dan Bible.
4. Tafsir Al-Misbah, karya Prof. Dr. Quraish Shihab.
