POTRET MEMUAKKAN OKNUM ASN KECAMATAN MAUK,MAINKAN PLAYSTATION DI JAM KERJA

TANGERANG — Sebuah tamparan keras kembali menghantam wajah birokrasi kita. Di saat masyarakat kecil harus memeras keringat di bawah terik matahari demi membayar sepeser pajak, sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, justru tertangkap basah menyalahgunakan fasilitas negara demi kesenangan pribadi.

Peristiwa memuakkan ini terungkap ketika seorang warga yang berniat mengurus keperluan administrasi dikejutkan oleh pemandangan di salah satu ruangan kantor kecamatan. Jarum jam dinding dengan jelas menunjukkan pukul 09.00 WIB sebuah waktu krusial di mana roda pelayanan publik seharusnya berputar demi melayani masyarakat.

Namun, alih-alih disambut dengan sikap profesional, warga justru disuguhi pemandangan sebuah konsol game PlayStation (PS) yang diduga sengaja dibawa dari rumah, lengkap dengan televisi dan aliran listrik kantor yang dibiayai langsung dari keringat rakyat.

Mereka yang disumpah di bawah kitab suci untuk menjadi pelayan masyarakat, justru duduk santai, tertawa, dan memegang controller game di saat rakyat membutuhkan pelayanan.

Ironisnya, alih-alih memohon maaf dan melakukan evaluasi mendalam, pihak Sekretaris Kecamatan Mauk justru melontarkan pembelaan yang mencederai akal sehat. Ia berdalih bahwa tindakan tersebut dilakukan saat “jam istirahat” dan mengklaim tidak ada aturan tertulis yang melarang bermain game di dalam kantor.

Sebuah pembelaan yang tidak hanya menggelikan, tetapi juga mencerminkan arogansi birokrasi. Bagaimana mungkin pukul 9 pagi diklaim sebagai jam istirahat? Di mana hati nurani, etika profesi, dan rasa bersalah mereka sebagai pelayan publik? Fasilitas negara diadakan untuk mempermudah urusan rakyat, bukan untuk memfasilitasi kemalasan dan ego pribadi oknum yang digaji oleh uang rakyat!.(Red)

scroll to top