Oleh : _Ibnu Hajar Mahbub_
Kisah pernikahan Nabi Ibrahim dengan Siti Sarah tidak ditemukan dalam Al-Qur’an dan buku-buku sejarah lainnya. Hanya ada satu riwayat dari Imam Ibnu Asakir di dalam Tarikh At-Thobari yang meriwayatkan tentang usia pernikahan Nabi Ibrahim dengan Sarah.
Ibnu Asakir menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim diberi _kunyah_ dengan sebutan _Abu Adh-Dhifan (Bapaknya para tamu)_. karena beliaulah orang pertama kali menjamu tamu-tamu yang datang. Nabi Ibrahim dijuluki sebagai KholiluLLOH dan Bapak Tauhid.
Para sejarawan mengatakan bahwa ayah Nabi Ibrahim dikaruniai anak saat berusia 75 tahun. Dia dikaruniai anak yang bernama _Ibrahim, Nahur, dan Haran_. Kemudian Haran dikaruniai anak yang bernama _Luth_. Dengan demikian Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim, yang sama-sama tinggal di Ur, sebelum Nabi Luth hijrah ke daerah _Sodom Yordania_. Sementara riwayat lain mengatakan bahwa _Sodom_ terletak di daerah Yerussalem.
Di Kota Ur ini Nabi Ibrahim menikahi Siti Sarah. Nama aslinya _Sarai_ yang dalam bahasa Ibrani berarti _PUTRIKU_.
Diriwayatkan Siti Sarah berparas cantik, terbukti ketika Nabi Ibrahim dan Siti Sarah berada di Mesir. Saat itu Nabi Ibrahim berusia 75 tahun dan Siti Sarah berusia 65 tahun, namun Raja Mesir menangkapnya karena kecantikan paras Siti Sarah.
_*”At-Thabari juga menjelaskan bahwa Siti Sarah merupakan putri Haran, paman Nabi Ibrahim dari fihak bapak, saudara Nabi Luth. Siti Sarah adalah orang pertama yang percaya kepada kenabian Nabi Ibrahim dan percaya terhadap pesan yang didakwahkan Nabi Ibrahim”*_.
Mengingat kedudukan yang begitu penting bagi Nabi Ibrahim dalam menyebarkan dakwahnya, maka Nabi Ibrahim menikahinya. Sama seperti kedudukan Siti Khodijah bagi RosuluLLOH dalam menyebarkan dakwahnya.
Umur pasti Nabi Ibrahim dan Siti Sarah saat menikah tidak disebut langsung di Al-Qur’an dan hadits shahih.
Dalam kitab _Tarikh ath-Thabari_ dan _Al-Bidayah wan Nihayah_ karya Ibnu Katsir dijelaskan bahwa saat Nabi Ibrahim menikahi Siti Sarah, beliau berusia 37 tahun, sedang Siti Sarah berusia 27 tahun yang berarti beda 10 tahun.
Dasar perkiraan dari usia pernikahan ini adalah dari umur Nabi Ibrahim saat Nabi Ismail lahir, yaitu ketika Nabi Ibrahim berusia 86 tahun, dan saat Nabi Ishaq lahir, yaitu saat Nabi Ibrahim berusia 100 tahun.
والله اعلم بالصواب
Pondok Aren
Rabu, 20 Mei 2026
03 Dzul Hijjah 1447 H
