Oleh : Ibnu Hajar Mahbub
Ketika Nabi Ibrahim menolak tawaran Malaikat Jibril untuk membantu menyelamatkanya, maka ketika Nabi Ibrahim hendak dilempar ke dalam api, اَللّهُ ﷻ berfirman : _*”يا نار كوني : Wahai api, jadilah dingin…” (QS : Al-Anbiya’, Ayat 69)*_..
Sebagaimana diterangkan dalam _Tafsir Al-Misbah, karya Prof. Quraish Shibab_ bahwa : _*perintah اَللّهُ ﷻ kepada api agar menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim adalah perintah TAKWIINI”*_.
_*”Dengan perintah Takwini tersebut اَللّهُ ﷻ mencabut sifat api yang panas dari membakar dan menjadikannya dingin. Tetapi karena dingin dapat membahayakan bila melampaui batas, maka perintah menjadi dingin itu dibarengi perintah untuk menyelamatkan bagi Nabi Ibrahim*_.
Perintah TAKWINI adalah perintah الله yang bersifat menciptakan dan mengatur alam semesta. الله tidak butuh jawaban iya atau tidak dari makhluk-Nya, langsung terjadi begitu الله berfirman كن فيكون.
Lawan kata dari perintah TAKWINI adalah Perintah TAKLIFI yaitu perintah الله terhadap hamba-Nya untuk ditaati. Bagi yang menjalankan perintah-Nya akan mendapatkan pahala dan bagi yang melanggarnya akan diadzab, seperti perintah, sholat, puasa, zakat, dan lain-lain.
Ketika اَللّهُ ﷻ memerintahkan kepada api untuk menjadi dingin, maka bergetarlah gigi-gigi Nabi Ibrahim dan menggillah badannya karena sangat dinginnya suasana, maka اَللّهُ ﷻ berfirman kepada api dengan firman-Nya dalam Surat Al-Anbiya, ayat 69 : _*وسلاما على إبراهيم : dan selematkanlah Ibrahim*”_.
Malaikat Jibril turun, duduk bersama, dan berbincang-bincang bersama beliau di taman yang hijau.
_*Ketika اَللّهُ ﷻ berfirman seperti bunyi teks ayat di atas, maka semua api di dunia tidak berfungsi selama tiga hari, karena Nabi Ibrahim berada dalam api selama tiga hari*_
Diriwayatkan pula bahwa ketika kobaran api mulai berkurang, seekor _*cicak*_ meniup-niup api agar api besar kembali, sementara _*burung pipit*_ mondar mandir mengambil air dan dari ketinggian menyemburkannya ke dalam api untuk memadamkannya.
Cicak meledek burung pipit yang menyemburkan air dengan paruhnya yang mungil sambil berkata : _*”Berkali-kalipun kau menyemburkan air ke dalam api, tidak ada pengaruh apa-apa terhadap api itu, dan api tetap menyala”*_
Burung pipit menjawab : _*”Jika kelak Tuhan bertanya kepadaku saat terjadi kedholiman terhadap kekasih-Nya aku dapat menjawabnya bahwa aku telah melakukan sesuatu untuk melawan kedholiman itu”*_
والله اعلم بالصواب
Pondok Aren
Selasa, 19 Mei 2026
02 Dzul Hijjah 1447 H
