BANYUMAS – Rekayasa lalu lintas (reklalin) disiapkan menyusul penutupan total Jembatan Serayu pada 15 Juni hingga 30 Juli 2026.
Langkah ini dilakukan Dinas Perhubungan Banyumas bersama Satlantas untuk mengantisipasi lumpuhnya jalur utama Purwokerto–Banjarnegara.
Penutupan jembatan tersebut berkaitan dengan pekerjaan perbaikan struktur lantai. Kondisi ini diperkirakan berdampak besar terhadap mobilitas kendaraan di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Banyumas, H. Arif Akhmadi, S.SiT, mengatakan skema ini telah disiapkan jauh hari. Menurutnya, pola penanganan hampir serupa dengan penutupan Jembatan Karanglewas beberapa tahun lalu.
Namun terdapat perbedaan signifikan dalam pelaksanaan kali ini. Pada proyek sebelumnya tersedia jembatan darurat, sementara untuk Jembatan Serayu tidak disediakan fasilitas tersebut.
“Untuk Jembatan Serayu tidak dibangunkan jembatan sementara. Saya ikut rapat yang pertama seperti itu,” katanya.
Kondisi ini membuat seluruh arus kendaraan harus dialihkan ke jalur alternatif.
Arif menjelaskan jalur utama Purwokerto–Banjarnegara tidak dapat dilalui selama masa penutupan. Pengguna jalan pun harus menyesuaikan rute perjalanan agar tetap bisa mencapai tujuan.
Pengendara yang menuju Banjarnegara atau Yogyakarta dan sebaliknya diarahkan melalui jalur Gunung Tugel – Sidabowa – Mandiracan – Papringan. Jalur tersebut menjadi opsi utama selama penutupan berlangsung.
Diperkirakan volume kendaraan di jalur alternatif akan meningkat signifikan. Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas akan diperketat untuk mencegah kemacetan.
“Untuk kendaraan bertonase besar diarahkan tidak melewati Banyumas–Mandiracan. Di Alun-Alun Banyumas ditempatkan petugas,” ungkapnya.
Penempatan petugas dilakukan untuk memastikan kendaraan mengikuti rekayasa yang telah ditentukan.
Kendaraan besar seperti truk dan bus dari arah Kebumen menuju Purwokerto akan dialihkan.
Rute yang digunakan yakni melalui Rawalo dan masuk ke wilayah kota lewat Patikraja.
Pengalihan ini bertujuan menjaga kelancaran arus sekaligus mengurangi beban jalan alternatif. Terutama pada ruas yang tidak dirancang untuk menampung kendaraan berat dalam jumlah besar.
Arif menyebut menjadi tanggung jawab pelaksana proyek. Dinas Perhubungan tidak secara khusus menyiapkan rambu tambahan untuk pekerjaan tersebut.(D.e.p)
