Banyumas Gempar!!!! Banyak Warga Dicoret Massal Dari Penerima Bansos Gara-Gara Rekening Bank Kepergok Transaksi Judi Online

Banyumas – Banyumas Gempar!!!! Banyak Warga Dicoret Massal Dari Penerima Bansos Gara-Gara Rekening Bank Kepergok Transaksi Judi Online

Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam rapat kedewanan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Dinas Sosial (Dinsos) setempat membeberkan bahwa banyak warga di “Kota Satria” yang secara otomatis terdepak dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) akibat kecanduan judi online (judol).

Fenomena miris ini mencuat di tengah pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dalam Rapat Pansus 10 di Komisi 4 DPRD Banyumas, Jumat (29/5/2026).

Jejak Digital Perbankan Jadi “Bumerang”

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Banyumas, Joko Siswoyo, menjelaskan bahwa para pelanggar ini tidak bisa lagi mengelak.

Indikasi keterlibatan mereka dalam perjudian siber terdeteksi secara akurat melalui rekam jejak transaksi pada rekening perbankan pribadi yang mereka miliki.

Sistem pengawasan ini bekerja secara otomatis dan terintegrasi dari hulu ke hilir. Proses pembersihan data tersebut tidak dilakukan oleh pemerintah daerah, melainkan langsung dieksekusi oleh pemerintah pusat.

“Pencoretan tersebut langsung dari pusat di Kementerian Sosial (Kemensos) yang bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Langsung dari pusat, saya tidak pegang datanya, tapi di Banyumas banyak,” ungkap Joko kepada Tribunbanyumas

Kebijakan Nasional: Berlaku di Seluruh Indonesia

Joko menegaskan bahwa ketegasan Kemensos menghapus nama pemain judi online dari daftar penerima bantuan bukanlah hal baru, melainkan regulasi yang sudah lama diterapkan.

Kebijakan ini juga berlaku secara nasional di seluruh wilayah Indonesia tanpa tebang pilih.

Dalam mekanisme ini, peran Dinas Sosial di tingkat kabupaten/kota murni hanya sebagai eksekutor lapangan yang melakukan verifikasi terhadap usulan-usulan baru, sementara hak prerogatif kelayakan penerima ada di tangan pusat.

Langkah Maju> Digitalisasi Bansos Tepat Sasaran

Meski daerah wajib tunduk pada aturan ketat pemerintah pusat, Dinsos Banyumas berkomitmen penuh untuk memastikan jaring pengaman sosial ini jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan.

Sebagai solusi konkret ke depan, Joko memaparkan bahwa pihak Dinsos Banyumas tengah merancang program digitalisasi bansos.

Langkah strategis ini diharapkan mampu memperketat celah manipulasi, meminimalisir salah sasaran, dan memastikan bantuan pemerintah dialokasikan secara transparan untuk kesejahteraan sosial yang produktif, bukan untuk dipertaruhkan di meja judi digital.(Red)

scroll to top