BOGOR — SEORANG wanita asal Bogor yang tinggal di RT 01 RW 06, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, yang video curhatan hatinya viral di media sosial terkait dugaan tidak diterimanya penanganan laporan di Polsek Bogor Timur dan Polresta Bogor, yang awal videonya diunggah akun @syarifahfadiyahlkaff dan beredar luas, akhirnya polisi bergerak cepat menuju ke rumah yang diduga korban pengeroyokan.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak kepolisian langsung mendatangi pelapor untuk meminta keterangan dan mendengarkan keluhan yang disampaikan keluarga korban.
Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Imam Dwi, mengatakan petugas dari Polsek Bogor Timur bersama Sat Reskrim Unit PPA Polresta Bogor Kota mendatangi rumah pelapor pada Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 21.30 WIB.
“Pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2026 sekitar jam 21.30 WIB, piket Polsek Bogor Timur mendampingi Sat Reskrim Unit PPA Polresta Bogor Kota, telah mendatangi pelapor yang memviralkan video terkait pelayanan Polri di wilayah hukum Polresta Bogor Kota,” ujar Ipda Imam Dwi kepada wartawan.
Dalam kunjungan tersebut, polisi bersama Ketua RT setempat bertemu langsung dengan pelapor, kedua orang tua, dan kakak kandungnya. Polisi kemudian mendengarkan berbagai keluhan yang disampaikan keluarga terkait dugaan aksi mabuk-mabukan, pengeroyokan, hingga dugaan perusakan rumah.
Menurut penjelasan Kasi Humas, pelapor merasa kecewa karena informasi yang sebelumnya disampaikan kepada pihak kepolisian terkait dugaan peredaran narkoba di sekitar lingkungan rumahnya disebut tidak mendapat tindak lanjut.
“Pelapor menyesali tidak adanya tindakan lebih lanjut dari informasi yang telah diberikan kepada pihak Polsek maupun Polresta, terkait dugaan peredaran narkoba di sekitar rumah tersebut,” katanya.
Selain itu, pelapor juga mengeluhkan dugaan perusakan pagar rumah dan sepeda motor yang dilakukan oleh orang tidak dikenal. Ia mengaku sempat menghubungi layanan darurat 110, namun merasa tidak mendapatkan respons penanganan sehingga akhirnya memilih mengadu ke Mabes Polri.
Dalam video yang viral, wanita tersebut mengaku kecewa lantaran laporan dugaan pengeroyokan terhadap ayahnya tidak diterima dan tidak mendapat tindak lanjut yang jelas.
Peristiwa itu disebut bermula pada 21 April 2026, sekitar dini hari ketika lima pemuda yang merupakan teman dari sepupunya, Diki Pangestu, datang ke rumah keluarganya. Dua di antaranya diketahui bernama Danu dan Oyeh.
Para pemuda tersebut diduga dalam kondisi mabuk dan merokok di dalam rumah. Ibu korban kemudian menegur mereka karena adik korban yang masih berusia 4 tahun sedang sakit.
Namun situasi disebut memanas setelah salah satu pemuda diduga mengucapkan kalimat yang dianggap tidak sopan kepada ibu korban.
Korban menuturkan ayahnya yang berusaha melerai justru diduga didorong oleh sepupunya sendiri dan kemudian menjadi korban pengeroyokan bersama beberapa orang lainnya.
Sekitar pukul 02.00 WIB malam itu, keluarga korban mendatangi Polsek Bogor Timur untuk meminta bantuan. Polisi disebut sempat datang ke lokasi, namun korban menilai belum ada penanganan yang jelas.
Keesokan harinya, korban bersama ibunya mendatangi Polresta Bogor Kota untuk membuat laporan polisi, namun mengaku diarahkan kembali ke Polsek Bogor Timur.
Korban juga mengaku telah melapor kepada Ketua RT setempat. Menurut pengakuannya, aksi mabuk-mabukan di lokasi tersebut disebut sudah sering terjadi.
Situasi kembali memanas pada Senin, 11 Mei 2026. Korban menuding Diki Pangestu bersama beberapa orang lain mendatangi rumah keluarganya dan melakukan tindakan pengusiran.
Dalam keterangannya, korban menyebut adanya dugaan perusakan pagar rumah, gembok rusak, hingga sepeda motor yang mengalami kerusakan pada bagian stang rem dan kaca spion. Ayah korban juga disebut mendapat penghinaan verbal.
korban turut menyebut sejumlah nama yang diduga terlibat, termasuk Diki Pangestu, Danu, Oyeh, Ketua RT 10, serta seorang anggota polisi berinisial IPDA HS.(Red)
