NABI YUSUF DITEMUKAN KAFILAH DI DALAM. SUMUR

IMG-20260527-WA0008.jpg

Oleh : Ibnu Hajar Mahbub

Di dalam Al-Qur’an Surat Yusuf, ayat 8 dan 9, الله berfirman :“Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya lebih dicintai ayah kita daripada kita. Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat”.

Nabi Ya’qub mempunyai 12 anak yang bernama Rubin, Syam’un, Lawi, Yahudza, Zabulan, Yashir, Dan, Naftali, Gad, Asyir, Binyamin, dan Yusuf.

Diantara anak-anak Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf mempunyai sikap dan perangai yang santun, tampan, dan penurut. Berbeda dengan perangai kakak-kakaknya yang tidak menampakkan sesuatu yang istimewa, tidak juga memancarkan kebajikan.

Nama 11 saudara Nabi Yusuf adalah Rubin, Syam’un, Lawi, Yahudza, Zabulan, Yashir, Dan, Naftali, Gad, Asyir, dan Binyamin.

Dengan sifat Nabi Yusuf yang demikian, membuat Nabi Ya’qub sangat menyayanginya melebihi kasih sayang terhadap anak-anaknya yang lain. Hal inilah yang membuat saudara-saudara Yusuf menilai bahwa ayah mereka mencintai Yusuf secara berlebihan, sehingga mereka berusaha untuk menyingkirkannya dari sisi mereka.

Akhirnya mereka berdiskusi untuk melakukan tipu daya terhadap Yusuf. Salah seorang dari mereka yaitu _Rubin_ berkata, sebagaimana firman الله dalam Surat Yusuf, ayat 9 : “Bunuhlah Yusuf atau buanglah Yusuf agar perhatian ayah sepenuhnya tertuju kepada kita, sehingga kamu menjadi orang baik”. Namun pendapat ini ditolak oleh yang lainnya karena takut terhadap dosa yang akan ditanggungnya.

Saudara-saudara Yusuf yang lainnya mengusulkan agar Yusuf dilemparkan saja ke dalam sumur tua yang dalam, dengan haparan ada kafilah lewat yang mengambilnya. Pendapat kedua inilah yang disepakati oleh yang lainnya agar Yusuf dilemparkan saja ke sumur tua.

Ketika Nabi Yusuf hendak dilempar ke dalam sumur, الله perintahkan kepada Malaikat Jibril agar membantu hamba-Nya yang sholeh. Maka, muncullah batu di tengah-tengah sumur yang berair, sehingga Nabi Yusuf dapat berdiri di atas batu itu.

Entah berapa lama Nabi Yusuf berada dalam sumur tua itu, namun akhirnya datanglah kafilah dari jauh. Mereka beristirahat untuk mengambil air dari dalam sumur itu. Setibanya di mulut sumur, salah seorang yang ditugaskan untuk mengambil air menurunkan timbanya ke dalam sumur. Dan alangkah kagetnya dia, seorang anak yang tampan dengan wajah yang tak berdosa bergelantungan di tali timbanya.

Ditemukannya anak dari dalam sumur, rombongan kafilah mendiskusikan nasib anak itu, apakah akan dijadikan sebagai budak atau dijual kepada Raja Mesir. Namun disepakati bahwa anak tampan tersebut dijual ke yang mulia Raja Mesir _*Al-Aziz*_

_*Terselamatkannya Nabi Yusuf dari dalam sumur tua terjadi pada tanggal 10 Muharram*_..

والله اعلم بالصواب

Pondok Aren
Ahad, 21 Juni 2026
06 Muharram 1448 H

_Bersambung_

scroll to top