NABI IBRAHIM TERSELAMATKAN DARI DALAM API

IMG-20260527-WA0008.jpg

Oleh : _Ibnu Hajar Mahbub_

Diceritakan bahwa ketika Nabi Ibrahim masih berada di _Ur Mesopotamia/Babilonis/Irak_, sering mendebat Raja Namrud tentang Tuhan yang sebenarnya, namun perdebatan itu selalu dimenangkan oleh Nabi Ibrahim, sehingga Raja Namrud menjadi marah karena merasa terpojokkan.

Puncak kemarahan Namrud terjadi tatkala Nabi Ibrahim menghancurkan semua sesembahan mereka, kecuali patung terbesar yang disisakan.

Raja Namrud dan kaumnya mendiskusikan sikap yang harus diambil terhadap Nabi Ibrahim. Para petinggi kerajaan dan rakyat bersepakat untuk menghabisi beliau dengan cara dibakar.

Setelah kesepakatan diambil, Raja Namrud memerintahkan kepada kaumnya untuk mengumpulkan bahan bakar secukupnya, lalu nyalakan api sebesar mungkin, kemudian bakarlah Ibrahim di dalamnya.

Ketika api mulai berkobar dan sengatan panasnya api terasa dari jarak yang jauh, Raja Namrud dan kaumnya kesulitan untuk membakar Nabi Ibrahim ke dalam api tersebut. Akhirnya atas usul Iblis, dibuatlah _*manjanik*_ semacam ketapel besar untuk melemparkan Nabi Ibrahim ke dalam api.

Saat Nabi Ibrahim hendak dilempar ke dalam api, Malaikat Jibril hadir menawarkan bantuan untuk keselamatan dirinya, namun Nabi Ibrahim berkata: “_*Jika kepadamu, tidak. Cukuplah Yang Maha Melindungi yang memberi keselamatan kepada diriku.*_”

Ketika Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api, اَللّهُ ﷻ memerintahkan kepada api agar tidak membakarnya bahkan memerintahkan kepada api agar menjadi dingin terhadapnya.

Perintah اَللّهُ ﷻ kepada api agar menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim adalah _*perintah takwiny*_ atau _*perintah perwujudan*_ karena pada hakekatnya _*sifat api adalah panas dan membakar.*_ Dengan demikian اَللّهُ ﷻ mencabut dari api sifat panas dan membakar, dan menjadikannya dingin.

Tetapi karena dingin dapat membahayakan bila melampaui batas, maka perintah menjadi dingin itu dibarengi dengan perintah untuk menyelamatkan nyawa Nabi Ibrahim. Itulah yang disebut dengan _*perintah takwiny*_.

_*”Dengan perintah Takwini tersebut اَللّهُ ﷻ mencabut sifat api yang panas dari membakar dan menjadikannya dingin. Tetapi karena dingin dapat membahayakan bila melampaui batas, maka perintah menjadi dingin itu dibarengi perintah untuk menyelamatkan bagi Nabi Ibrahim*_.

Sebagaimana pada tulisan terdahulu ketika membahas _Kisah Perjalanan Hidup Nabi Ibrahim_ bahwa yang disebut dengan Perintah TAKWINI adalah perintah الله yang bersifat menciptakan dan mengatur alam semesta. الله tidak butuh jawaban “iya atau tidak” dari makhluk-Nya, langsung terjadi begitu الله berfirman كن فيكون.

Lawan kata dari perintah TAKWINI adalah Perintah TAKLIFI yaitu perintah الله terhadap hamba-Nya untuk ditaati. Bagi yang menjalankan perintah-Nya akan mendapatkan pahala dan bagi yang melanggarnya akan diadzab, seperti perintah, sholat, puasa, zakat, dan lain-lain.

Ketika اَللّهُ ﷻ memerintahkan kepada api untuk menjadi dingin, maka bergetarlah gigi-gigi Nabi Ibrahim dan menggillah badannya karena sangat dinginnya suasana, maka اَللّهُ ﷻ berfirman kepada api dengan firman-Nya dalam Surat Al-Anbiya, ayat 69 : _*وسلاما على إبراهيم : dan selematkanlah Ibrahim*”_.

Malaikat Jibril turun, duduk bersama, dan berbincang-bincang bersama beliau di taman yang hijau.

_*Ketika اَللّهُ ﷻ berfirman seperti bunyi teks ayat di atas, maka semua api di dunia tidak berfungsi selama tiga hari, karena Nabi Ibrahim berada dalam api selama tiga hari*_

_*Akhirnya setelah tujuh hari tujuh malam, Nabi Ibrahim berada di dalam api, pada tanggal 10 MUHARRAM Nabi Ibrahim selamat dan keluar dari kobaran api, tanpa mengalami bahaya apapun, bahkan merasakan keni’matan yang paling hakiki selama berada di dunia”*_.

والله اعلم بالصواب

Pondok Aren
Sabtu, 20 Juni 2026
05 Muharram 1448 H

_Bersambung_

scroll to top