NABI MUSA TERSELAMATKAN DARI KEJARAN FIR’AUN

IMG-20260527-WA0008.jpg

Oleh : Ibnu Hajar Mahbub

Ketika Nabi Musa dan pengikutnya sering mendapatkan ancaman dan siksaan dari Fir’aun dan bala tentaranya, Nabi Musa berdo’a :

ونجينا برحمتك على القوم الكافرين

“Dengan Rahmat-Mu, selamatkanlah kami atas orang-orang kafir” (QS Yunus : 86)

Setelah empat puluh tahun do’a Nabi Musa tersebut dikabulkan, kemudian اَللّهُ ﷻ memerintahkan Nabi Musa dan pengikutnya untuk meninggalkan wilayah Mesir menuju Palestine.

Maka, ketika malam hari tiba bergegaslah Nabi Musa dan pengikutnya keluar dari Mesir, meninggalkan rumah-rumah dan harta benda yang mereka miliki menuju Palestina melalui Laut Merah atau orang Arab menyebutnya dengan _Bahrul Qulzum (بحر القلزوم)_ di suatu pelabuhan kuno di daerah _*Suez*_ atau yang lebih dikenal dengan sebutan _Terusan Suez_..

Ketika pagi hari tiba dan mendengar bahwa Nabi Musa dan pengikutnya keluar meninggalkan Mesir, Fir’aun memerintahkan bala tentaranya untuk segera mengejar dan menangkapnya bahkan membunuhnya, Fir’aun sendiri berada pada baris terdepan dan mengendarai kuda jantan yang paling bagus yang dimilikinya dan diikuti oleh _*Haman*_ Sang Perdana Menteri, Sang Penasehat Politik dan semua bala tentaranya.

Ketika Nabi Musa dan pengikutnya berada ditepi Laut Merah, mereka melihat dari kejauhan Fir’aun dan bala tentaranya sedang membuntuti mereka, para pengikut Nabi Musa menjadi ketakutan. Namun Nabi Musa menghiburnya dan mengatakan bahwa:

قَالَ كَلَّآ ۖ إِنَّ مَعِىَ رَبِّى سَيَهْدِينِ

Musa menjawab : Sekali-kali tidak akan ! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku”

Saat Nabi Musa dan pengikutnya berada di pinggir Laut Merah, beliau diperintahkan oleh الله untuk memukulkan tongkanya ke pinggir Laut Merah (QS : Asy-Syuaro, ayat 62).

Ketika tongkat dipukulkan tiba-tiba Laut Merah terbelah menjadi dua, sehingga memudahkan bagi Nabi Musa dan pengikutnya untuk menyeberangi laut menuju pinggiran kota di Palestine.

_*Melihat Nabi Musa dan pengikutnya menyeberangi Laut Merah, Fir’aun tidak percaya dan heran tentang terbelahnya Laut Merah menjadi dua. Ini sangat tidak mungkin, laut dapat terbelah menjadi dua dan pasti ini suatu jebakan Musa, gumam Fir’aun. Dia ingin membatalkan niatnya untuk ikut menyeberangi Laut Merah, namun kuda jantan yang ditumpanginya tidak dapat dikendalikan dan terus melaju menyeberang Laut Merah karena kuda jantan yang ditumpangi Fir’aun melihat di depannya ada kuda betina yang ditumpangi Malaikat Jibril”*_

_*”Ketika Fir’aun dan bala tentaranya berada di tengah-tengah lautan, Nabi Musa dan pengikutnya telah sampai dipinggiran Palestina, Nabi Musa diperintahkan untuk memukulkan kembali tongkatnya. Setelah tongkat dipukulkan kembali, air Laut Merah kembali bergelora menutup kembali jalan yang dilalui Nabi Musa dan pengikutnya, sementara Fir’aun dan bala tentaranya masih berada di tengah lautan yang mengakibatkan Fir’aun dan seluruh pengikut dan bala tentaranya tenggelamlah dalam Laut Merah tersebut*_

Untuk menjadi pelajaran bagi ummat sesudah Fir’aun, الله utuhkan jasad Fir’aun, sebagaimana firman الله dalam Surat Yunus, ayat 92 ;
_“Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu supaya engkau menjadi pelajaran bagi orang-orang setelahmu”_

_*Terselamatkanya Nabi Musa dan pengikutnya dari kejaran Fir’aun di Laut Merah, terjadi pada tanggal 10 Muharram*_.

Kisah inilah yang diklaim orang-orang Yahudi sebagai hari yang dimuliakan oleh اَللّهُ ﷻ sehingga mereka berpuasa pada hari Asyuro’.

والله اعلم بالصواب

Pondok Aren
Selasa, 23 Juni 2026
08 Muharram 1448 H

_Bersambung_

scroll to top