DISEMBUHKANYA NABI AYYUB DARI PENYAKIT

IMG-20260527-WA0008.jpg

Oleh : Ibnu Hajar Mahbub

Menurut Sayyid Ni’matulloh al-Jazairi dalam Buku Nabi Adam sampai Isa mengatakan bahwa Nabi Ayyub adalah seorang Nabi keturunan bangsa Romawi dan pada dahinya tertulis kalimat _*المبتلى الصابر (almubtala ash shobir)*_, seorang yang mendapatkan cobaan dan seorang yang sabar.

Pada mulanya Nabi Ayyub memiliki berbagai jenis harta benda seperti unta, sapi, kuda, dan domba. Beliau sangat menjaga diri dari godaan setan dan segala tipu dayanya, sehingga membuat setan sangat dengki kepada beliau.

Iblis berkata : _*”Wahai Tuhanku, sesungguhnya Ayyub belum menunaikan syukur kepada-Mu atas kenikmatan yang Engkau berikan kepadanya dari dunia. Seandainya Engkau tidak memberikan dunianya, niscaya dia tidak akan menunaikan kepada-Mu syukur ni’mat itu selamanya”*_.

Alloh berfirman : _*”Telah Aku kuasakan kepadamu, wahai Iblis, hartanya dan anak-anaknya”*_.

Maka Iblis langsung mendatangi Nabi Ayyub dengan bergegas, Iblis khawatir Rahmat اَللّهُ ﷻ akan mendahuluinya. Bukankah اَللّهُ ﷻ telah menganugerahkan kepada Nabi Ayyub harta yang banyak dan anak-anak dan Nabi Ayyub tambah bersyukur. ?

Dalam waktu yang singkat dan atas segala tipu daya Iblis, اَللّهُ ﷻ langsung mengubah kehidupan Nabi Ayyub. Harta kekayaan miliknya habis terbakar dan anak-anaknya pun meninggal. Namun Nabi Ayyub terus bersyukur atas semua itu.

Iblis semakin dengki dan berdoa kepada Tuhan. _*”Wahai Tuhanku, kuasakanlah padaku badannya”*_.

Maka اَللّهُ ﷻ menguasakan badan Nabi Ayyub kepada Iblis, kecuali akalnya, kedua matanya, lisannya, dan pendengarannya. Iblis berembus di badan Nabi Ayub, maka jadilah Nabi Ayyub berpenyakit.

Kita menafikan anggapan sebagian riwayat yang mengatakan bahwa penyakit Nabi Ayyub sedemikian parah sehingga daging beliau berguguran dan keluarga beliau meninggalkannya. Apalagi riwayat yang mengatakan jika belatung-belatung yang berjatuhan dari tubuh beliau, diambilnya kembali dan ditempatkan pada tempat semula.

Tidak mungkin seorang Nabi yang harus berdakwah kepada ummatnya berpenyakit yang menjijikkan. Kalaupun sesekali beliau sakit, sakitnya bukan yang menjijikkan, walaupun memang ada istri yang meninggalkannya, namun _Siti Rahmah_ dan dua orang pengikutnya tetap setia menemaninya.

Nabi Ayyub berdoa, dengan sedikit merasakan keluhan dan kepayahan, sebagaimana firman الله dalam Surat ص ayat 41 : _“”Robbi anni massaniyadh dhurru wa Anta Arhamur-Rohimin”*_. “Ya Tuhanku, aku ditimpa penyakit, dan Engkau Maha Penyayang” (QS : As-Shod, 41).

Alloh telah mengabulkan permohonan do’a Nabi Ayub, maka اَللّهُ ﷻ perintahkan kepada Nabi Ayyub untuk menghentakkan kakinya ke tanah, maka memancarlah air itu dari dalam tanah (QS : Shod, 42).

Nabi Ayyub memanfaatkan air itu untuk mandi, sehingga sembuhlah penyakit Nabi Ayub seperti keadaan semula.

_*Sembuhnya Nabi Ayyub dari penyakit yang dideritanya selama 18 tahun terjadi pada tanggal 10 Muharram*_

والله اعلم بالصواب

Pondok Aren
Senin, 22 Juli 2026
07 Muharram 1448 H

_Bersambung_

scroll to top