Oleh : _Ibnu Hajar Mahbub_
Yunus bin Matta lahir di _Gats Aifar, Palestina_. Namun beliau diutus untuk berdakwah di _*Kota Nainwa*_ salah satu kota _*Kerajaan Asyur*_ yang terletak di sebelah kiri _Sungai Tigris, Irak_.
Masyarakatnya menolak dakwa beliau, sehingga Nabi Yunus mngamcam akan jatuhnya azab dari الله jika tidak segera beriman dan bertaubat atas dosa-dosanya, dalam waktu tiga hari الله akan menurunkan adzabnya.
Namun kaumnya tetap menolak ajakan untuk bertaqwa kepada اَللّهُ ﷻ sehingga Nabi Yunus lari dan meninggalkan kaumnya menuju _*Yafa*_, suatu pelabuhan di Palestina dan melaut menuju tempat yang dinamai _*Tersyis*_ suatu kota di sebelah barat Palestina. Sebelum tiga hari tanda-tanda adzab yang diancamkan Nabi Yunus kepada kaumnya turun, mereka telah bertaubat.
Dalam perjalanan dan di tengah lautan, perahu itu terhenti dan tidak dapat melanjutkan perjalanannya karena kelebihan muatan. nakhoda perahu menyarankan agar ada salah satu dari penumpang yang rela untuk diceburkan dari dalam perahu, namun sudah dapat dipastikan tidak ada satupun penumpang yang mau dan rela diceburkan ke dalam laut karena taruhannya pasti nyawa.
Lalu, ada salah satu dari penumpang yang menyarankan agar dilakukan undian, siapa yang kalah atau siapa yang namanya keluar dari undian harus diceburkan ke laut.
Ketika undian dilakukan, berkali-kali yang keluar adalah nama _*Yunus*_ maka dengan rela hati Nabi Yunus menceburkan dirinya ke laut dalam gelombang yang sangat besar.
Melihat ada manusia yang tercebur ke dalam laut, seekor ikan HIU atau PAUS besar langsung menerkam dan memangsanya, namun الله perintahkan kepada ikan tersebut agar tubuh Nabi Yunus tidak dicerna dalam perut ikan.
Selama dalam perut ikan, Nabi Yunus selalu membaca do’a, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Anbiya’, Ayat 87 :
لا اله الا انت سبحانك اني كنت من الظالمين ( الانبياء : ٨٧)
_*Laa ilaaha illa Anta SubhanaKa inni kuntu mina adholimiin*_
Andaikata selama dalam perut ikan, Nabi Yunus tidak memohon ampun dengan membaca do’a tersebut, pasti beliau akan berada di perut ikan sampai _Hari Kiamat_.
Sebagaimana firman الله dalam al-Qur’an Surat As-Shoffat, Ayat 143-144:
فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak bertasbih, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan”
Atas do’a Nabi Yunus tersebut, para ulama berpendapat bahwa _*”Barangsiapa yang ketika sakit selallu membaca do’a seperti do’a yang dibaca Nabi Yunus ketika di dalam perut ikan, jika orang itu mati, maka matinya dalam keadaan yang حسن الخاتمه، dan jika الله masih panjangkan usianya, maka dosa-dosanya diampuni-Nya”*_.
_*Akhirnya setelah beberapa hari dalam perut ikan, اَللّهُ ﷻ kabulkan doa Nabi Yunus. Maka pada tanggal 10 Muharram beliau dikeluarkan dari dalam perut ikan dalam keadaan sakit”*_
والله اعلم بالصواب
Pondok Aren
Rabu, 24 Juni 2026
09 Muharram 1448
