Kapolri Ungkap Keberhasilan Diplomasi Ekonomi Pemerintah

image-16.jpeg

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo mengungkap keberhasilan diplomasi ekonomi yang dilakukan pemerintah Indonesia di tengah eskalasi konflik global yang kian memanas.

Jenderal Sigit menyebut, upaya diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS) membuahkan hasil signifikan dengan turunnya tarif hambatan dagang untuk komoditas dalam negeri.

Jenderal Sigit menekankan, langkah strategis ini sangat krusial untuk menjaga napas industri nasional di tengah kelesuan ekonomi dunia. Kapolri mengungkapkan, Presiden Prabowo terus melakukan langkah proaktif untuk menurunkan tensi perang dagang.

Salah satu pencapaian nyata tersebut, ujar Kapolri, adalah penurunan tarif hambatan dagang dengan Amerika Serikat yang berdampak langsung pada daya saing produk Indonesia.

​”Bapak Presiden melakukan upaya untuk menurunkan hambatan dagang dengan Amerika dari 32 persen menjadi 19 persen. Bahkan, setelah ada keputusan dari pengadilan di Amerika, angka tersebut turun lagi menjadi 15 persen. Alhamdulillah, satu beban besar sudah bisa kita lampaui,” ujar Jenderal Sigit, Rabu (11/3/26).

Mantan Kabareskrim itu juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam mengamankan kebijakan tarif ekspor 0 persen bagi ribuan komoditas unggulan Indonesia ke pasar internasional.

Menurutnya, sektor-sektor padat karya menjadi perhatian utama dalam kebijakan ini.

​”Beliau mendorong agar impor untuk komoditas tertentu tarifnya menjadi 0 persen. Ini berdampak signifikan terhadap industri sepatu, mebel, tekstil, semikonduktor, hingga 1.800 komoditas lainnya. Harapannya, di tengah situasi global yang sulit, industri kita tetap terjaga dan rekan-rekan pekerja tidak perlu dirumahkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Kapolri menegaskan, keberhasilan diplomasi luar negeri ini harus dibarengi dengan penguatan di dalam negeri melalui program hilirisasi.

Jenderal Sigit menyebut pemerintah saat ini tengah mendorong 18 rencana hilirisasi strategis untuk membuka lapangan pekerjaan baru.

Jenderal Sigit pun mengajak seluruh jajaran TNI-Polri untuk terus mengawal dan menjaga stabilitas keamanan dan iklim investasi.

Menurut Kapolri, kepercayaan pasar internasional sangat bergantung pada kondisi keamanan di tanah air.

​”Modal dasar kita adalah stabilitas keamanan dan politik. TNI-Polri wajib mengawal dan mengamankan program-program strategis pemerintah agar Indonesia bisa mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri di tengah krisis global,” katanya.(D.e.p)

scroll to top