SIAK, Swanara.com — Kabar duka menyelimuti keluarga warga Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Seorang anak dari keluarga saudara A/I Windi Halawa dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di Sungai Kencong, Minggu pagi, 23 Agustus 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Sungai Kencong yang berada di sekitar Jalan Lintas Tualang–Sungai Mandau, wilayah Desa Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.
Informasi yang dihimpun, korban bersama keluarga datang ke lokasi Sungai Kencong untuk berlibur. Saat berada di lokasi, korban diketahui ikut berenang bersama keluarga. Namun, situasi berubah menjadi duka setelah korban tenggelam di sungai tersebut.
Korban sempat ditemukan, namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Kabar meninggalnya korban kemudian menyebar dan menimbulkan duka bagi keluarga serta masyarakat sekitar.
Ketua LSM KPK RI DPC Kabupaten Siak, Agus Zega, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika berkunjung ke Sungai Kencong, khususnya ketika membawa anak-anak.
“Kami turut berdukacita atas musibah yang menimpa keluarga korban. Kami mengimbau masyarakat yang datang ke Sungai Kencong agar lebih berhati-hati, terutama saat anak-anak bermain atau berenang di sungai, sehingga tidak ada lagi korban berikutnya,” ujar Agus Zega.»
Menurutnya, keselamatan harus menjadi perhatian bersama karena kawasan tersebut cukup ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada hari libur.
Agus juga meminta kepada pihak pengelola kawasan wisata agar memperketat pengawasan dan meningkatkan langkah-langkah keselamatan bagi pengunjung. Menurutnya, keberadaan petugas pengawas di lokasi, papan peringatan mengenai bahaya berenang, serta imbauan kepada pengunjung sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Pengelola juga perlu meningkatkan pengawasan dan memberikan peringatan yang jelas kepada pengunjung mengenai titik-titik yang berbahaya. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika beraktivitas di sungai, khususnya bagi anak-anak yang berada dalam pengawasan keluarga.
Keluarga besar dan masyarakat menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
(Swanara.com- Riau)