AKSI Nekat……!!!! Komplotan Rampok Satroni Rumah Guru Siang Bolong

BANYUMAS – Aksi kriminalitas makin menjadi-jadi dan tidak mengenal waktu.

Sebuah rumah di Desa Ciberung, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, disatroni komplotan perampok pada Jumat pagi sekitar pukul 10.30 WIB.

Rumah tersebut diketahui milik Subarkah (45), seorang guru di SMAN 1 Ajibarang.
Memanfaatkan situasi rumah yang sepi karena pemiliknya sedang bekerja—Subarkah mengajar dan istrinya bekerja di bank—para pelaku melancarkan aksi nekat mereka.

Saat kejadian, rumah tersebut hanya dijaga oleh seorang pembantu rumah tangga bernama Daisah (27) dan seorang anak balita.

Berdasarkan keterangan warga setempat, Menik, aksi ini terencana dengan rapi. Pelaku yang berjumlah empat orang datang berboncengan menggunakan dua sepeda motor.
Untuk mengelabui penghuni rumah, mereka berbagi peran dengan sangat tenang:

》Dua pelaku berjaga di luar rumah untuk
memantau situasi.

》Satu pelaku masuk dan mengalihkan
perhatian Daisah dengan mengajaknya
mengobrol.

》Satu pelaku lainnya menyelinap masuk
ke dalam kamar untuk menguras harta
benda.

Keberuntungan masih sedikit berpihak pada korban. Gerak-gerik mencurigakan komplotan ini terendus oleh Hayun, kakak kandung Subarkah yang tinggal di dekat lokasi.

Merasa ada yang tidak beres, Hayun langsung mendatangi rumah adiknya.

Benar saja, aksinya memergoki para pelaku yang hendak kabur.

Hayun sempat berpapasan langsung dan berteriak, “Rampok!” sekuat tenaga.

Panik karena kedoknya terbongkar, keempat pelaku langsung lari kocar-kacir.

Ada yang kabur ke arah utara dan ada yang berbelok ke arah lain menggunakan motor mereka.

Kerugian Capai Puluhan Juta, Polisi Buru Pelaku

Total kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, meliputi:

》Uang tunai sebesar Rp3.000.000,-

》Perhiasan emas seberat 50 gram

》BPKB sepeda motor

Kapolsek Ajibarang, Iptu Haryanto, membenarkan adanya insiden perampokan tersebut.

Pihak kepolisian bergerak cepat dengan melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi.

Saat ini, tim buser masih melakukan penyelidikan mendalam dan pengejaran intensif untuk menangkap keempat pelaku yang buron. (Red)

scroll to top