Ruang Informasi Dipenuhi Hal Negatif

IMG_20260601_193658.jpg

BANYUMAS – Ketua PC GP Ansor Banyumas, Rahmat Kurniawan, menegaskan bahwa media merupakan instrumen strategis organisasi.

Ia meminta para kader memasifkan publikasi kegiatan positif guna mengimbangi narasi-narasi negatif di ruang digital.

“Kebenaran yang tidak terkoordinasi akan kalah oleh kejahatan yang terkoordinasi. Jika kegiatan positif tidak dipublikasikan, ruang informasi akan dipenuhi hal negatif,” tegas Rahmat saat membuka Pelatihan Digital Media (DM) di Gedung PCNU Kabupaten Banyumas, Minggu (31/5/2026).

Rahmat mendorong Media Ansor Banyumas menjadi wadah lahirnya konten kreator dan influencer yang aktif menyebarkan pesan positif.

Ia juga berharap semangat inovasi almarhum Gus Sakdulloh, penggagas media sosial Banser Banyumas, dapat diteruskan oleh generasi saat ini.

Langkah ini penting demi mewujudkan visi Ansor yang progresif, mandiri, serta berdaya saing.

Visi tersebut nantinya didukung oleh kehadiran Ansor Center sebagai pusat koordinasi kader.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pelatihan DM digelar untuk meningkatkan kapasitas digital sekaligus memperkuat kolaborasi pegiat media Ansor se-Kabupaten Banyumas.

Wakil Ketua Bidang Media PC GP Ansor Banyumas, Khoeron, menjelaskan bahwa pelatihan ini fokus pada tiga hal utama.

“Tujuan utama Pelatihan DM adalah silaturahmi, koordinasi, dan kolaborasi. Ke depan, akun media sosial di tingkat PAC akan mendapatkan pendampingan langsung melalui program turun ke bawah agar pengelolaan media semakin optimal,” ujarnya.

Bagian dari program ini juga disiapkan untuk mencetak kontributor berita yang andal dari tingkat cabang hingga ranting. Para peserta menerima materi intensif mengenai teknik fotografi, videografi, jurnalistik, media landscape, hingga digital marketing.

kader Ansor diharapkan mampu mengoptimalkan media sosial sebagai sarana dakwah, edukasi, dan publikasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.(Red)

scroll to top