WUQUF DI ARAFAH


Oleh : Ibnu Hajar Mahbub

Rukun haji yang kedua adalah _Wuquf di Arofah_ sebab RasuLuLLoh ﷺ menyuruh seorang _Munadi_ supaya mengumandangkan kata-kata _*Al-hajju ‘Arofah*_. Ini mengandung arti bahwa rukun haji yang paling utama adalah _Wuquf di Arofah_

Menurut _Taqiyyudin Abu Bakar_ dalam kitab _Kifayatul Akhyar_ dijelaskan bahwa wuquf dapat dihasilkan dengan datang ke sebagian tempat yang termasuk dalam kawasan Arafah, meskipun hanya berlalu saja untuk mencari barang yang hilang atau lainnya.

Andaikata seseorang masuk Arafah dalam keadaan tertidur sebelum tibanya waktu wuquf hingga habis waktu wuquf, maka wuqufnya dianggap sah.

Adapun waktu wuquf adalah mulai dari tergelincirnya matahari hingga terbitnya fajar dimulai pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah hingga terbit fajar pada hari ke-10 bulan Dzulhijjah , dan cukup melaksanakan wuquf pada waktu tersebut, baik saat malam atau siang hari.

Apabila seseorang melakukan wuquf pada siang hari, wajib baginya untuk memanjangkan waktu wuquf hingga malam hari. Menurut mazhab Syafi’i memanjangkan waktu wuquf hingga malam hari adalah sunah.

والله اعلم بالصواب

Pondok Aren
Ahad, 03 Mei 2025
15 Dzulqaidah 1447 H

scroll to top