Istana Singgung Premanisme Dan Nama GRIB Jaya Sebut Ganggu Investor Masuk Indonesia

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto sudah memerintahkan agar premanisme harus segera diatasi.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi pada Senin (26/ 5/ 2026).

Hasan menyebut Prabowo menindak tegas premanisme karena menganggu investor masuk ke Indonesia.

“Arahan Presiden adalah premanisme ini harus diatasi sesegera mungkin karena mengganggu iklim usaha. Banyak sekali investor-investor yang mau masuk ke Indonesia, kemudian berpikir ulang, atau kemudian merasa kesulitan karena ada tindakan-tindakan premanisme seperti ini,” imbuh Hasan.

Namun, pihaknya memberi peringatan seusai polemik GRIB Jaya yang menyerobot lahan BMKG di Tangerang Selatan.

GRIB Jaya juga disebut meminta jatah Rp 5 miliar untuk menarik massa mereka di sana.

Hasan meminta publik tak ragu-ragu menyebut tindakan serupa penyerobotan lahan BMKG sebagai tindakan premanisme, bukan ormas.

Ia meminta agar tidak mudah menggunakan istilah organisasi masyarakat.

Pasalnya, terdapat banyak organisasi masyarakat di Indonesia.

“Teman-teman, kita samakan istilahnya. Jangan mudah menggunakan istilah ormas. Karena ormas itu banyak, teman-teman.

Jadi ormas itu, kalau kalian bergabung di PWI, PWI itu ormas. Kalau kalian bergabung di AJI, itu juga ormas. Nahdlatul Ulama, ormas. Muhammadiyah, ormas. Apa lagi? Sebut saja. Jadi, banyak,” ujar Hasan di kantornya

Hasan menjelaskan, pemerintah menaruh perhatian serius pada tindakan-tindakan yang masuk dalam kategori premanisme.

Ia menekankan, pemerintah akan mengatasi kelakuan para preman tersebut.(Red)

scroll to top