Isak Tangis Warnai Sidang Maut Siswi SMAN Sokaraja , Keluarga Tuntut Keadilan Penuh!

IMG_20260501_102128.jpg

Banyumas – Ruang sidang Pengadilan Negeri Banyumas seketika berubah haru pada Kamis (30/4/2026). Di bawah sorotan publik, sidang lanjutan kasus kecelakaan maut yang menewaskan Latifa Fawwas Solekha, siswi SMAN Sokaraja, kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi kunci.

Detik-Detik yang Menyayat Hati

Selama empat jam persidangan (13.30–17.30 WIB), suasana khidmat berkali-kali pecah oleh isak tangis.

Keluarga dan teman-teman korban tak kuasa menahan emosi saat saksi membeberkan kembali kronologi kecelakaan tragis yang terjadi pada 15 Desember 2025 di Jalan Raya Jenderal Soedirman tersebut.

Enam saksi dihadirkan untuk menyusun kepingan fakta, mulai dari:

》Pihak Keluarga: Ibu dan teman korban.
》Saksi Lapangan: Kernet pikap dan kernet
truk tangki.
》Ahli: Perwakilan Dinas Perhubungan
Banyumas.

Ayah Korban: “Keadilan Mulai Terlihat”

Rasdi, ayah almarhumah Latifa, menyatakan sedikit kelegaan karena keterangan para saksi dinilai jujur dan sesuai dengan fakta lapangan.

“Alhamdulillah, sudah mulai terlihat keadilan. Kami merasa cukup puas karena keterangan saksi sesuai dengan apa yang kami ketahui. Harapan kami hanya satu: putusan yang seadil-adilnya tanpa ada keberpihakan,” tegas Rasdi.

Menanti Nasib Sang Sopir

Terdakwa dalam kasus ini, Wisnu Pujiono alias Puji (sopir pikap), kini tengah berada di ujung tanduk hukum. Tim Jaksa Penuntut Umum terus menggali bukti kuat untuk mempertanggungjawabkan nyawa yang hilang dalam insiden tersebut.

Sidang akan kembali memanas pekan depan. Majelis Hakim dijadwalkan memeriksa saksi tambahan yang krusial, yakni sopir truk tangki dan pemilik mobil pikap, guna mendalami lebih jauh tanggung jawab hukum di balik kecelakaan maut ini.(Red)

scroll to top