Surakarta – Menyikapi maraknya informasi dan video viral di berbagai daerah terkait aksi “teror pocong”, Polresta Surakarta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan modus kejahatan yang memanfaatkan ketakutan warga.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H. melalui Kasihumas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani, S.Tk., S.I.K., M.M., CPHR menyampaikan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa aksi tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh pelaku kriminal untuk menakut-nakuti korban demi melakukan tindak kejahatan.
“Jangan mudah percaya. Modus seperti ini bisa membuat masyarakat takut lalu menjadi korban kejahatan,” ujar AKP Lingga, Kamis (28/5/2026).
Kasihumas menjelaskan, modus yang kerap dilakukan pelaku yakni dengan mengenakan pakaian menyerupai pocong untuk menakuti korban, terutama di lokasi yang sepi dan minim penerangan. Setelah korban merasa panik dan ketakutan, pelaku kemudian mengancam atau memaksa korban menyerahkan barang berharga miliknya.
“Biasanya pelaku menyasar korban yang sendirian di tempat gelap atau sepi. Setelah korban takut, pelaku mengambil kesempatan untuk merampas barang berharga lalu melarikan diri,” jelasnya.
Polresta Surakarta mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila menemukan kejadian mencurigakan serta segera melapor kepada pihak kepolisian melalui layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Tetap tenang, waspada, dan segera hubungi polisi apabila menemukan hal yang mencurigakan. Bersama kita jaga situasi kamtibmas Kota Surakarta tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.(D.e.p)
