Oleh : Ibnu Hajar Mahbub
Di dalam _Buku Sejarah Adam sampai Isa_ karya _Sayid Ni’matulloh Al-Jazairi_ dikisahkan bahwa seorang ahli nujum mendatangi _Raja Namrudz_ penguasa Kota Ur, Mesopotamia, Irak dan berkata : _*”Sesungguhnya aku melihat dalam perhitungan bintang bahwa pada masa ini akan lahir seorang anak laki-laki yang akan menghapus agama ini dan menyeru pada suatu agama”*_.
Namrudz bertanya : _*”Di negeri manakah itu akan terjadi”*_ ?
Ahli nujum itu menjawab : _*”Di negeri ini, tetapi sekarang dia belum lahir ke dunia. Maka, hendaklah tuan memisahkan antara kaum laki-laki dan perempuan”*_.
Maka, Namrudz pun melakukan saran dari ahli nujum tersebut dan memerintahkan agar semua bayi laki-laki yang terlahir di Kota Ur harus dibunuh.
Ketika itu, ibu Ibrahim yang bernama _*Amilah*_ sedang hamil, tetapi kehamilannya tidak kelihatan. Pada saat mendekati hari kelahirannya, Amilah berkata kepada suaminya bahwa dirinya sedang sakit dan ingin mengasingkan diri di suatu guwa.
Timbul pertanyaan, siapakah sebenarnya suami Amilah yang berarti ayah Nabi Ibrahim itu ? Apakah dia _Azar_ sebagaimana Firman الله dalam Surat Al-An’am, ayat 74 ataukah yang bernama _Terah_ ? Lantas siapakah yang dimaksud dengan اب (abun) dalam ayat di atas ?
Para ahli sejarah dan ahli tafsir berbeda pendapat tentang Azar, apakah dia ayah kandung Nabi Ibrahim ataukah sebagai paman,?
Setelah mendapatkan ijin, _Amilah_ kemudian mengasingkan dirinya dalam sebuah guwa dan di dalam guwa tersebut pada sekitar _4292 tahun yang lalu, Nabi Ibrahim dilahirkan. Setelah Nabi Ibrahim dibedong, _Amilah_ meninggalkannya sendirian di dalam guwa. Sang ibu menutup guwa itu dengan sebuah batu yang ada di sekitar guwa.
Untuk mendapatkan asupan makanan kepada bayi yang baru dilahirkan, اَللّهُ ﷻ mengalirkan susu bagi bayi Nabi Ibrahim dari jempol tangannya sendiri.
Sementara untuk mengetahui kondisi bayi yang ditinggalkan di dalam guwa, _Amilah_ selalu mengunjunginya dan
Nabi Ibrahim tumbuh di dalam guwa _*selama tiga tahun*_. Adapun satu hari di dalam guwa, bagaikan satu bulan d luar guwa.
Pada kunjungan ibunya yang terakhir Nabi Ibrahim mengganduli ibunya agar dikeluarkan dari dalam guwa. Namun ibunya berkata : _*”Wahai anakku, sesungguhnya jika Raja Namrudz mengetahui bahwasanya kau lahir pada jaman ini, dia akan membunuhmu”*_.
Namun akhirnya Nabi Ibrahim dikeluarkan dari dalam guwa pada saat matahari terbenam. Pada saat itulah proses pencarian mulai tumbuh, dari mulai melihat bintang, bulan, dan matahari, sebagaimana firman الله dalam Surat Al-An’am ayat 76-79.
_Bersambung_
والله اعلم بالصواب
Pondok Aren
Jumat, 15 Mei 2026
28 Dzul Qaidah 1457 H
