Polres Jakarta Selatan Siapkan Pengamanan Mudik

image-16.jpeg

Jakarta – Polres Metro Jakarta Selatan menyiapkan pengamanan mudik melalui Operasi Ketupat Jaya 2026 sebagai upaya keselamatan dan kelancaran arus mudik-balik selama perayaan Idulfitri.

“Sebentar lagi, kita akan memasuki agenda besar Idul Fitri, kami sampaikan kepada masyarakat bahwa Operasi Ketupat Jaya 2026 sebagai operasi kemanusiaan dengan fokus utamanya adalah keselamatan, kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan, Jumat (27/2/2026).

Kapolres mengatakan sejumlah persiapan telah dilakukan, mulai dari pemetaan titik rawan kemacetan, kecelakaan, dan kriminalitas yang berbasis data dan dinamika lapangan.

Pihaknya juga melakukan penguatan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di jalur utama, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, tempat peristirahatan (rest area), serta pusat-pusat keramaian.

“Kami juga menyiapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas secara situasional, meliputi pengalihan arus, pembatasan kendaraan tertentu pada waktu tertentu, sampai contraflow, kemudian one way bila dibutuhkan, dengan koordinasi lintas sektoral dan lintas instansi,” ujar Kapolres.

Contraflow merupakan salah satu rekayasa lalu lintas yang dilakukan dengan mengubah arah pada satu atau dua lajur untuk mengurai kemacetan, sedangkan one way dilakukan dengan mengubah jalan dua arah menjadi hanya satu arah.

Kapolres menyebutkan pihaknya juga berkomitmen menyampaikan informasi secara nyata (real time) melalui TMC Command Center dan kanal-kanal resmi agar masyarakat dapat merencanakan perjalanannya dengan aman dan nyaman.

Kemudian, patroli dan pengamanan dilakukan di permukiman warga, terutama saat rumah dalam kondisi ditinggalkan penghuninya. Di samping itu, patroli juga dilakukan di pusat-pusat aktivitas warga.

“Di sini, kami mohon bantuan rekan-rekan media, mari kita menjadi pemandu yang baik bagi masyarakat. Kita sampaikan imbauan keselamatan berlalu lintas, informasi jalur, serta hal-hal yang perlu diketahui publik. Dan yang paling penting, bantu jaga informasi yang beredar tetap benar, tidak menimbulkan kepanikan dan mengganggu keamanan,” katanya.(Redaksi swanara)

scroll to top