PERTEMUAN KEMBALI ANTARA NABI IBRAHIM, SITI HAJAR, DAN NABI ISMAIL

IMG-20260527-WA0008.jpg

Swanara – Setelah persiapan fisik dan emosional dilakukan di Hebron, Palestina, Nabi Ibrahim, bersama kedua pembantunya pergi ke arah tenggara menuju Mekkah. Saat itu Nabi Ibrahim diperkirakan berusia _*99 tahun*_.

Kerinduan beliau terhadap istri dan anaknya yang ditinggalkan selama 11 atau 12 tahun di Mekkah meluap-luap. Namun ada satu pertanyaan yang mungkin muncul di hati Nabi Ibrahim, _*Apakah kehadirannya nanti akan diterima oleh Siti Hajar dan Nabi Ismail karena membiarkan dan meninggalkannya berdua di padang tandus sebelas tahun yang lalu..?*_

Nabi Ibrahim dan kedua pembantunya berjalan melewati padang tandus tak bertuan, melewati hutan belantara, menjumpai beberapa binatang buas, dan tantangan alam lainnya yang sangat sulit. Mungkin, mereka menghabiskan waktu malam untuk mendirikan tenda dan makan bersama kafilah yang kebetulan dijumpainya..

Kemudian tatkala Nabi Ibrahim memasuki Mekkah, ternyata situasinya sudah berubah dibandingkan dengan 11 atau 12 tahun yang lalu saat Nabi Ibrahim meninggalkan istri dan anaknya. Kini, ada aliran air yang melimpah dari _Sumur Zam-zam_, air yang mengaliri perkebunan penduduk. Di Mekkah juga sudah terdapat berbagai tenda penduduk dan mungkin sudah ada bangunan rumah yang permanen. Ini adalah perubahan yang luar biasa.

Ada dugaan dibenak Nabi Ibrahim selama beliau meninggalkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di Mekkah *_Pertama_* pertanyaan yang mungkin muncul dibenak Nabi Ismail adalah siapa ayahnya dan dimana ayahnya berada, walaupun kemungkinan Siti Hajar sering menceritakan riwayat awal mula kehidupan di Mekkah dan kondisi sebenarnya di Mekkah. *_Kedua_* waktu Nabi Ibrahim meninggalkan mereka di Mekkah, Nabi Ismail tidak terlalu ingat wajah ayahnya karena saat itu Nabi Ismail masih kecil, kalau tidak dikatakan masih bayi.

Namun bagaimana pun kekhawatiran Nabi Ibrahim hendak meninggalkan Hebron menuju Mekkah akhirnya dapat diselesaikan dengan baik dan setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan Nabi Ibrahim sampai di Mekkah dan dapat berkumpul kembali bersama mereka, sementara kedua pembantunya tidak lama kemudian kembali ke Hebron.

Setelah ketiganya berkumpul untuk beberapa waktu, suatu malam Nabi Ibrahim bermimpi. _*Dalam mimpinya itu Nabi Ibrahim diperintahkan oleh اَللّهُ ﷻ untuk mengorbankan putra satu-satunya itu.*_ Padahal Nabi Ibrahim sudah lama menunggu kehadiran seorang putra begitu lama dan berpisah lama dengannya. Kini, ketika baru saja untuk beberapa waktu Nabi Ibrahim berkumpul bersama Nabi Ismail, Nabi Ibrahim menerima wahyu itu.

Perintah untuk mengorbankan anaknya itu bermula ketika suatu hari, seseorang bertanya kepadanya : *_“Wahai Ibrahim, milik siapa ternak sebanyak ini, 1000 domba, 300 lembu, dan 100 unta ?”_*

Kemudian Nabi Ibrahim menjawab: “ _*Kepunyaan اَللّهُ ﷻ, tapi kini masih milikku. Sewaktu-waktu bila اَللّهُ ﷻ menghendaki, aku serahkan semuanya. Jangankan cuma ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku Ismail, niscaya akan aku serahkan juga.*_”

والله اعلم بالصواب

🌹⊶≏⏣≏⊷❀⊶≏⏣≏⊷🌹

Pondok Aren
Rabu 03 Juni 2027
17 Dzulhijjah 1447 H

Bersambung..

scroll to top