PERJALANAN NABI IBRAHIM KEMBALI KE PALESTINA

IMG-20260527-WA0008.jpg

Oleh : _Ibnu Hajar Mahbub_

Setelah Nabi Ibrahim berdoa untuk keamanan dan keselamatan Siti Hajar dan Ismail yang ditinggalkan di Lembah Bakka, Nabi Ibrahim meneruskan perjalanan menuju Palestina untuk menemui Siti Sarah yang ditinggalkannya.

Perjalanan kembali selama dua bulan atau lebih menuju Hebron, Palestina dengan meninggalkan _Siti Hajar dan Ismail di Lembah Bakka_ pastilah merupakan perjalanan yang paling sulit bagi Nabi Ibrahim. Rutenya panjang sejauh 1.200 km, apalagi saat itu Nabi Ibrahim berusia _*86 tahun atau lebih*_ usia yang sangat sepuh dan usia yang jarang dicapai bagi generasi sekarang. Sementara Siti Sarah berusia 76 tahun.

Perjalanan yang dilewatnya adalahi medan yang tandus dan penuh bebatuan, menembus hutan belantara. Danau ataupun sungai sangat sedikit dan kalaupun dijumpainya jaraknya berjauhan.

_*Kini, Nabi Ibrahim akan mendapatkan ujian lagi ketika berada di Hebron, Palestina. Ujiannya tidak langsung diberikan oleh اَللّهُ ﷻ, tapi ujian dari kondisi jiwa manusia. Nabi Ibrahim akan segera bertemu dengan Siti Sarah, istri yang ditinggalkannya selama empat atau lima bulan lebih saat Nabi Ibrahim pergi bersama Siti Hajar dan Nabi Ismail ke Lembah Bakka*-_

Nabi Ibrahim akan bertemu dengan Siti Sarah yang mengusir Siti Hajar dan Nabi Ismail dari sisinya. Meski demikian, Siti Sarah adalah istri seorang Nabi dan oleh karena itu Nabi Ibrahim berusaha agar hatinya tetap mencintainya, cinta yang telah mereka jalani selama hampir 40 tahun lebih.

Secara psikologis dapat difahami bahwa dalam perjalanan kehidupan manusia yang normal, kita dapat memperkirakan bahwa ketika seseorang dalam kondisi seperti Nabi Ibrahim pasti tidak akan mampu berbuat baik sepenuhnya dengan Siti Sarah. Kita juga bisa menduga bahwa Nabi Ibrahim akan menyalahkan Siti Sarah atas pengusiran Siti Hajar dan anaknya. Namun sebagai utusan اَللّهُ ﷻ, emosi dan kepribadian Nabi Ibrahim dapat dikendalikan, sehingga beliau tidak marah dan tidak menyalahkan Siti Sarah.

_*”Ketika Nabi Ibrahim hendak meninggalkan Siti Sarah di Hebron, beliau mengirim beberapa pelayan untuk menemani Siti Sarah selama Nabi Ibrahim pergi menuju Lembah Bakka. Ini yang membuat beliau terhibur dan tidak terlalu memikirkan kondisinya. Berbeda dengan kondisi Siti Hajar dan Nabi Ismail yang ditinggalkannya tanpa ada seorangpun menemani. Walaupun usia Siti Hajar saat ditinggalkan di Mekkah sekitar 30 tahun lebih dan Nabi Ismail sekitar 1 tahun lebih, pasti fikiran beliau sangat galau”*_.

Saat perjalanan menuju Lembah Bakka ada temen yang menemaninya yaitu Siti Hajar dan Nabi Ismail. Namun dalam perjalanan kembali ke Hebron Palestina, Nabi Ibrahim berjalan seorang diri tanpa penghibur dari orang-orang yang dicintai.

Setelah berjalan selama dua bulan lebih akhirnya Nabi Ibrahim sampai di Hebron dengan berbagai kondisi yang menyelimutinya. Lelah, capai, dan mungkin mengalami dehidrasi berat akhirnya beliau bertemu dengan Siti Sarah.

Setelah bertemu dengan Siti Sarah dan menjelaskan perjalanan menuju suatu lembah dan kondisi Siti Hajar dan Ismail, akhirnya Nabi Ibrahim berhasil menegakkan kembali kehidupan rumah tangga bersama Siti Sarah, sampai akhirnya mendapatkan anak, _Ishak_.

والله اعلم بالصواب

┉┅━•❖🌳🪴🌳❖•━┅┉

Jatiwaringin
Sabtu, 30 Mei 2026
14 Dzulhijjah 1447 H

_Bersambung_…..

scroll to top