PERJALANAN NABI IBRAHIM KE MEKKAH YANG KELIMA KALI DAN PERINTAH UNTUK MEMBANGUN KA’BAH

IMG-20260527-WA0008.jpg

Oleh : Ibnu Hajar Mahbub

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menyebutkan bahwa اَللّهُ ﷻ memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk membangun Ka’bah.

Perintah pembangunan Ka’bah terjadi pada saat Nabi Ibrahim berusia 137 tahun. Ini juga merupakan perjalanan Nabi Ibrahim dari Berseyba, Palestina ke Mekkah yang kelima kalinya.

_*”Jika perjalanan Nabi Ibrahim ke Mekkah yang ketiga dan keempat karena didorong oleh rasa kerinduan Nabi Ibrahim untuk bertemu dengan istri dan anaknya, dan wajar jika perjalanan itu tidak tercapai apa yang dikehendaki, yaitu ingin bertemu dengan putranya. *Maka, sebagaimana perjalanan ke Mekkah yang pertama dan yang kedua, perjalanan yang kelima ini dilakukan berdasar perintah langsung dari اَللّهُ ﷻ”*_.

Sebagaimana perjalanan sebelumnya, perjalanan yang kelima ini juga memerlukan waktu selama dua bulan lebih. Perjalanan yang sangat melelahkan dan memerlukan persiapan fisik dan emosional yang prima, apalagi perjalanan ke Mekkah yang kelima ini setelah Siti Sarah meninggal, sementara Nabi Ibrahim sendiri berusia 137 tahun, sungguh terasa sangat payah dan melelahkan.

Jika dalam perjalanan dari Hebron ke Mekkah_ yang ketiga dan keempat gagal untuk bertemu dengan anaknya, padahal jarak yang ditempuh untuk melakukan perjalanan bolak balik dari Hebron maupun Bersyeba sangat jauh. Nabi Ibrahim sudah pindah dari Hebron ke Bersyeba setelah _*Kota Sodom dan Gomoroh*_ dijungkirbalikkan oleh اَللّهُ ﷻ, akibat perbuatan asusila yang dilakukan oleh Kaum Nabi Luth. Jarak dari Beyserba ke Mekkah dan sebaliknya berjarak sejauh 2.400 km lebih selama empat bulan lebih, maka sudah dipastikan pada kunjungan yang ketiga dan keempat, ada rasa kecewa di benak hati Nabi Ibrahim.

Alhamdulillah, desahnya dalam hati setelah Nabi Ibrahim tiba di Mekkah dan menemukan Nabi Ismail sedang duduk di suatu tempat yang terletak di belakang Sumur Zam-Zam untuk mengasah dan memperbaiki anak panahnya untuk berburu.

Setelah bertemu, kemudian Nabi Ibrahim menyampaikan alasan melakukan kunjungan ini. Nabi Ibrahim mengatakan bahwa اَللّهُ ﷻ memerintahkannya untuk membangun sebuah tempat suci di Mekkah, dimana ummat manusia menyembah اَللّهُ ﷻ.*

Ketika mereka berjalan dan mendekati sumur Zam-Zam, Nabi Ibrahim melihat ada tanah yang sedikit naik di dekat sumur dan berkata kepada Nabi Ismail bahwa ini adalah tempat yang telah dipilih oleh اَللّهُ ﷻ sebagai tempat suci.

Setelah tempat pembangunan Ka’bah ditentukan oleh اَللّهُ ﷻ, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membagi tugas secara sederhana, namun effektif. Nabi Ismail menyiapkan dan mengumpulkan batu yang diperlukan dan membawanya ke Nabi Ibrahim. Sementara itu Nabi Ibrahim meletakkan fondasi Ka’bah dan bertugas untuk menempatkan batu setelah Nabi Ismail membawawakan nya.

Setelah keduanya berbagi tugas, Nabi Ibrahim kemudian berdo’a : _*”Dan ingatlah, ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar BaituLLOH bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”*_. (QS. Al-Baqarah: 127)

Kemudian mereka memulai melaksanakan pekerjaan yang memakan waktu selama berhari-hari. Dengan kerja keras, akhirnya bangunan yang اَللّهُ ﷻ perintahkan mulai meninggi.

Ada sesuatu yang sangat menarik dari berbagai batu yang digunakan untuk membangun Ka’bah.

_*”Ada dua batu yang perlu mendapatkan perhatian”*_.

_*”Pertama, sebuah batu yang berasal dari surga, batu itu berwarna putih dan lebih putih dari susu. Batu ini diletakkan dekat pojok timur Ka’bah. Namun batu ini perlahan-lahan berubah warna menjadi hitam karena disentuh oleh orang yang berdosa. itulah HAJAR ASWAD*_..

*_Kedua, ketika akhirnya dinding bangunan menjadi terlalu tinggi bagi Nabi Ibrahim untuk menempatkan batu di atasnya, Nabi Ismail membawakan sebuah batu sehingga Nabi Ibrahim dapat berdiri di atasnya, kemudian Nabi Ibrahim dapat meletakkan batu satu tingkat lagi. Pemberian batu oleh Nabi Ismail ini kemudian disebut dengan MAQOM IBRAHIM_*.

Di Maqam Ibrahim inilah yang merupakan salah satu tempat yang _mustajab_ untuk berdoa.

والله اعلم بالصواب

Pondok Aren
Rabu, 10 Juni 2026
25 Dzulhijjah 1446 H

_Bersambung……_

scroll to top