Oleh ; Ibnu Hajar Mahbub
Beberapa saat setelah Nabi Ismail menceraikan istri pertamanya atas masukan dan saran dari Nabi Ibrahim, ayahnya, dia kemudian menikah lagi dengan *_Sayyidah binti Madad bin Amr_* Ayah Madad atau kakek dari Sayyidah adalah sosok terpandang dari _Suku Yorhamit_ _(Suku Jurhum)_.
Tidak diketahui apakah pernikahan Nabi Ismail dengan Sayyidah sudah diketahui oleh Nabi Ibrahim atau belum. Walau demikian, beberapa saat setelah pernikahan Nabi Ismail dengan istri yang kedua, Nabi Ibrahim bermaksud ke Mekkah yang keempat kalinya untuk mengunjungi Nabi Ismail dan mungkin istri Nabi Ismail.
Dengan memperhitungkan jarak yang akan ditempuh menuju Mekkah, maka dapat diperkirakan bahwa Nabi Ibrahim berkumpul dengan Siti Sarah dan Nabi Ishak di Palestina berkisar satu tahun sejak kunjungan ke Mekkah yang KETIGA atau ketika Nabi Ishak masih kecil.
Mengingat Nabi Ibrahim sudah mengetahui dimana anaknya tinggal, maka dia segera menuju rumahnya di Mekkah. Namun setelah tiba di rumahnya, sebagaimana kunjungan yang ketiga kalinya, sekali lagi dalam kunjungan yang KEEMPAT ini Nabi Ibrahim tak juga menemui anaknya, dan hanya istri keduanya yang menyambut.
Melihat raut muka kekecewaan yang terlihat dari wajah sang tamu dan juga kondisi kesehatannya karena usia, istri kedua Nabi Ismail, *_Sayyidah binti Madad_* mempersilakan tamu tersebut untuk duduk, istirahat, dan menawarkan makan untuknya, walaupun Sayyidah tidak mengetahui siapa tamu yang datang tersebut.
_*Sebagaimana dditerangkan dalam Kitab SHOHIH BUKHORI bahwa setelah duduk, Nabi Ibrahim menanyakan keadaan Ismail dan keluarganya. Dengan cepat istrinya menjawab bahwa kehidupannya bersama dengan suaminya sangat baik dan makmur, dan dia sangat berterimakasih kepada اَللّهُ ﷻ atas segala karunia yang diberikan kepadanya*_.
_*Nabi Ibrahim kemudian menanyakan kecukupan sandang pangan mereka. Istri Nabi Ismail menjawab bahwa mereka mendapat kecukupan daging dari hasil perburuannya dan mendapatkan minum dari Air Zam-Zam, Nabi Ibrahim kemudian berdoa: YA ALLOH BERKAHI DAGING DAN AIR MEREKA*_.
Kita dapat mengira bahwa Nabi Ibrahim begitu tergerak oleh sikap _Sayyidah_ yang penuh dengan nilai-nilai kesalehan, wanita yang taat kepada suami dan taat اَللّهُ ﷻ seperti kesalehan dan ketaatan yang dimiliki Siti Hajar saat mendapat ujian di _Lembah Bakka_.
Sebagaimana pada kunjungan yang ketiga ke Mekkah, Nabi Ibrahim tak mungkin menunggu waktu yang lama sampai Nabi Ismail kembali dari perburuannya. Karenanya, Nabi Ibrahim pamitan untuk kembali ke Palestina. Walau demikian, sebelum pulang Nabi Ibrahim berpesan kepada menantunya untuk menyampaikan dua pesan untuk Nabi Ismail, anaknya. *_Pertama_* dia diminta untuk menyampaikan salam untuk Ismail dari tamu yang tidak dikenalnya. *_Kedua_* dia diminta untuk menyampaikan pesan kepada Ismail agar ambang pintu dan pagar rumahnya tidak usah dirubah.
Setelah menyampaikan pesan untuk anaknya, dengan perasaan gundah karena tidak berjumpa dengan Nabi Israel, Nabi Ibrahim kemudian berpamitan pulang ke negeri yang jauh dan ditempuh dalam waktu dua bulan lebih.
_*Dari suami, Nabi Ismail yang sholeh dan selalu taat kepada اَللّهُ ﷻ dan orang tua, dengan istri yang sholehah yang taat kepada اَللّهُ ﷻ dan patuh kepada suami yaitu Sayyidah binti Madad bin Amr inilah terlahir Nabi penutup akhir zaman, Muhammad RasuLuLLoh ﷺ.*_
والله اعلم بالصواب
Pondok Aren
Selasa, 09 Juni 2026
23 Dzulhijjah 1446 H
_Bersambung…_
