NABI IBRAHIM MENINGGALKAN SITI HAJAR DAN NABI ISMAIL DI LEMBAH BAKKA

IMG-20260527-WA0008.jpg

Oleh : _Ibnu Hajar Mahbub_

Tatkala Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail tiba di _Lembah Bakka_ untuk beberapa saat. Kemudian Nabi Ibrahim berniat untuk meninggalkan keduanya di lembah tersebut. Sejarah tidak mencatat berapa lama Nabi Ibrahim menemani Siti Hajar dan Nabi Ismail di _Lembah Bakkah_. tersebut. Namun berapa lamanyapun akhirnya Nabi Ibrahim meletakkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di bawah suatu pohon. Menurut suatu riwayat saat itu Nabi Ismail berusia 1 tahun lebih, usia seorang anak yang sedang lucu-lucunya untuk diajak bermain.

Ada beberapa riwayat tentang keberadaan pohon di _Lembah Bakka_. _*Pertama*_ itulah satu-satunya pohon yang ada di Lembah Bakka, sehingga Nabi Ibrahim berhenti disitu. _*Kedua*_ bisa jadi itu mu’jizat dari الله yang tiba-tiba tumbuh pohon beberapa saat sebelum Nabi Ibrahim sampai di _Lembah Bakka_ untuk melindungi ketiganya dari panas terik matahari.

Kita kesampingkan perbedaan, apakah di tanah tandus itu ada pohon atau tidak, sehingga Nabi Ibrahim meletakkan Nabi Ismail dan Siti Hajar di situ .?

Apapun perbedaan riwayat, Siti Hajar terus memikirkan bagaimana caranya agar diri dan anaknya mendapat perawatan berupa asupan minuman, air susu, dan makanannya.

Setelah memberikan tas kulit yang berisi air dan sisa makanan yang ada, Nabi Ibrahim berbailk arah secara diam-diam meninggalkan keduanya di lembah tandus tak bertuan itu. Ketika Nabi Ibrahim semakin jauh berjalan, ada perasaan cemas di hati Siti Hajar tentang apa yang akan terjadi pada diri dan anaknya tersebut.

Siti Hajar sambil tertatih-tatih berlari meninggalkan Nabi Ismail di bawah naungan pohon untuk mengejar Nabi Ibrahim, suaminya.

Nabi Ibrahim tidak menghentikan perjalanannya, tidak pula menengok, dan tidak mengatakan sepatah kata apapun saat meninggalkan mereka. Ini sangat dimaklumi, mungkin perasaan sedih yang sedang menggelayut di benak hati dan fikirannya, sehingga tidak sanggup untuk berkata sepatah katapun.

Tapi, Siti Hajar tetap mengejarnya sambil berteriak : *_”Wahai Ibrahim, engkau akan pergi kemana. Apakah engkau akan meninggalkan kami di tempat yang tandus ini dimana tidak ada seorangpun teman atau apa saja di sekitar ini_”*?

Nabi Ibrahim tak bergeming dan terus berjalan meninggalkan _Lembah Bakka_ tanpa menengok atau berbicara atas panggilan istrinya.

Tiga kali Siti Hajar memanggilnya dengan perkataan yang sama. Karena tidak mendapat tanggapan dan sahutan, Siti Hajar meninggikan suaranya, sambil berteriak : _*Wahai Ibrahim, apakah اَللّهُ memerintahkan demikian kepadamu*_ ?

Setelah mendengar pertanyaan demikian, Nabi Ibrahim berhenti dan mengiyakan pertanyaan sang istri. *_”Ya, اَللّهُ telah memerintahkan aku agar engkau dan Ismail tinggal di lembah tandus ini dan meninggalkan kalian dalam lindungan dan jaminan keamanan dari اَللّهُ ﷻ !”_.*

Pada saat Siti Hajar mendapatkan jawaban seperti itu, terlepas dari berbagai perasaan yang berkecamuk dalam hatinya, akhirnya _*kepatuhan dan keimanan yang kuat kepada اَللّهُ ﷻ langsung memegang kendali.*_

Siti Hajar kemudian berbalik menuju sang bayi, Ismail, yang dia tinggalkan di bawah naungan pohon. Bagaimana pun juga Siti Hajar adalah seorang ibu yang mempunyai tanggungjawab dan naluri merawat anaknya.

والله اعلم بالصواب

◈•┉━❀ ﷽ ❀━┈•◈*

Pondok Aren
Kamis, 28 Mei 2026
11 Dzulhijjah 1447 H

_Bersambung_

scroll to top