Jakarta – Perselisihan yang diduga dipicu biaya admin QRIS sebesar Rp1.000 itu berkembang dari adu mulut hingga berujung perusakan warung.
Dalam insiden tersebut, sejumlah oknum prajurit TNI AD disebut turut terlibat. Situasi yang awalnya memanas secara verbal kemudian meningkat menjadi aksi fisik di lokasi.
Tak lama setelah kejadian awal, pihak yang terlibat dikabarkan kembali ke warung bersama beberapa rekannya.
Setibanya di lokasi, mereka diduga melakukan intimidasi terhadap pemilik dan merusak bagian warung, termasuk mengacak-acak barang dagangan.
Pemilik warung juga mengaku sempat dibawa ke sebuah asrama setelah kejadian. Ia menyebut mengalami kekerasan yang mengakibatkan luka di wajah serta trauma.
Sementara itu, pihak TNI AD melalui Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen Donny Pramono, membenarkan adanya keributan antara prajurit dan warga sipil.
Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung.
Dalam keterangannya, disebutkan bahwa salah satu prajurit TNI AD berinisial Sertu AW mengalami luka akibat penusukan dan kini sedang menjalani perawatan medis di RS Hermina Kemayoran.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik dan saat ini tengah ditangani oleh pihak terkait untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat.(Red)
