Kepala Cabang Mandiri Taspen Purwokerto Angkat Bicara..!!! Eks Karyawan Diduga Tipu Belasan Nasabah

Banyumas – Jagat perbankan di Purwokerto dihebohkan dengan dugaan kasus penipuan yang menyasar belasan nasabah Bank Mandiri Taspen.

Menanggapi isu yang tengah menjadi sorotan publik ini, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Purwokerto, Puguh Setiaris Wicaksono, akhirnya angkat bicara dan memberikan pernyataan tegas terkait status pelaku serta langkah hukum yang akan diambil pihak bank.

Puguh Setiaris Wicaksono menegaskan bahwa terduga pelaku yang berinisial Dika sudah bukan lagi bagian dari Bank Mandiri Taspen.

Manajemen telah mengambil langkah agresif dengan memberhentikan Dika sejak awal bulan ini demi menjaga integritas bank dan ketenangan nasabah.

“Sudah diberhentikan per 1 Mei 2026, karena terkait dengan persoalan yang membuat gaduh kejadian terhadap nasabah,” tegas Puguh, Minggu (31/05/2026)

Aksi lancung mantan karyawan ini terendus setelah manajemen mencium sejumlah kejanggalan dalam operasional internal.

Berdasarkan investigasi awal, Dika terbukti melakukan manipulasi data dan menyalahgunakan kewenangannya di luar prosedur perbankan yang sah.

》Modus Operandi: Menyalahgunakan
aturan internal perbankan.

》Tindakan Pelanggaran: Memasukkan
data-data palsu serta mempromosikan
beberapa surat ilegal.

》Tindakan Bank: Pemutusan Hubungan
Kerja (PHK) seketika sebagai sanksi
awal pelanggaran berat.

Bank Mandiri Taspen tidak main-main dalam menangani kasus ini. Puguh menyatakan bahwa pihaknya membuka peluang lebar-lebar untuk membawa kasus ini ke ranah pidana/perdata begitu seluruh bukti dan data hasil investigasi rampung dikumpulkan.

“Mungkin nanti ke depan akan kita lakukan ke jalur hukum,” ujarnya.

Menyadari bahwa mayoritas korban adalah kaum pensiunan yang menggantungkan hidup pada dana pensiun mereka, Puguh menyampaikan rasa empati yang mendalam.

Ia menjamin pihak bank akan pasang badan untuk mendampingi para korban selama proses penyelesaian masalah ini.

》Total Korban (Informasi Sementara):
Mencapai 13 orang.

》Total Kerugian: Ditaksir menembus
angka Rp2 Miliar.

》Status Investigasi: Pihak bank masih
terus melakukan pendalaman intensif
untuk memastikan jumlah pasti korban
dan total kerugian riil.

“Kami tidak lepas tangan, kami lakukan pendampingan. Dan kami sampaikan empati dan turut prihatin terhadap nasabah yang bersangkutan,” katanya.(Red)

scroll to top