HUT ke-17 Tubaba: Pemkab Luncurkan “Tubaba Q Sehat Home Care”, Petugas Medis Door-to-Door ke 103 Tiyuh

IMG-20260407-WA0128-scaled.jpg

GADING KENCANA, Tubaba, Swanara.com – Memperingati hari jadi ke-17 Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Pemerintah Kabupaten setempat melakukan gebrakan di sektor kesehatan. Bukan melalui seremoni mewah, Pemkab justru meluncurkan program inovatif pelayanan kesehatan bertajuk “Tubaba Q Sehat Home Care” pada Selasa (07/04/2026).

​Berbeda dengan pola protokoler konvensional, program ini mengedepankan metode jemput bola. Tenaga medis dikerahkan untuk mengunjungi langsung rumah-rumah warga yang membutuhkan perhatian medis khusus, memastikan negara hadir hingga ke pintu rumah rakyat.

​Peluncuran program ini dilakukan secara serentak di 103 tiyuh (desa) di seluruh penjuru Tubaba. Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, memimpin langsung kegiatan yang dipusatkan di Tiyuh Gading Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU).

Dalam kunjungannya, Nadirsyah didampingi oleh Anggota DPRD Tubaba Komisi I Fraksi PDIP, Arib Bandarsyah, serta jajaran pimpinan Dinas Kesehatan. Program ini menargetkan 579 jiwa yang masuk dalam kategori prioritas, mulai dari ibu hamil risiko tinggi, penderita stunting, pasien TBC, lansia dengan penyakit kronis, hingga penderita gangguan jiwa (ODGJ) dan Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

“Hari ini kita tidak mengundang masyarakat ke balai, tapi kita yang mendatangi rumah mereka. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang secara kondisi sosial ekonomi kurang beruntung,” tegas Nadirsyah dalam sambutannya.

​Dalam arahannya yang komunikatif, Nadirsyah menekankan bahwa pelayanan kuratif atau pengobatan hanyalah fase lanjut. Ia mengingatkan bahwa akar dari derajat kesehatan masyarakat sebenarnya terletak pada kebersihan lingkungan dan stabilitas ekonomi keluarga.

Ia menyoroti fenomena warga yang jatuh sakit, termasuk serangan stroke, yang dipicu oleh stres akibat himpitan ekonomi. “Kita harus membenahi faktor hulunya. Jika ekonomi sehat, pikiran tenang, maka raga pun akan sehat,” imbuhnya.

Tak hanya soal ekonomi, Wakil Bupati juga menyentil persoalan sanitasi lingkungan, khususnya saluran pembuangan air limbah rumah tangga (peceren) yang kerap menjadi sarang penyakit. Ia pun memberikan peringatan keras kepada para aparatur tiyuh agar tidak menjadi figur “Jarkoni” (Iso ngajari ora iso nglakoni—bisa mengajar tapi tidak bisa melakukan).

“Aparatur harus jadi teladan. Jangan sampai setelah acara ini bubar, sampah plastik justru berhamburan. Kebersihan adalah kepentingan bersama, bukan sekadar tugas petugas kebersihan,” tegasnya.

​Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Tubaba mendorong gerakan optimalisasi pekarangan rumah melalui budidaya tanaman produktif seperti Kakao, Kopi, Kelapa, dan Tebu. Nadirsyah menyebut tanah Tubaba sebagai “tanah surga” yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

Guna mendukung hal tersebut, Pemkab telah menyiapkan bantuan bibit gratis dan subsidi pengolahan lahan. Diharapkan, melalui penguatan ekonomi mikro melalui BUMDes atau Koperasi, masyarakat memiliki “tabungan hidup” di belakang rumah mereka.

“Langkah sederhana seperti menanam pohon cokelat bisa menjadi tabungan untuk membayar listrik dan kebutuhan dapur. Tubaba akan maju jika pendapatan warganya meningkat dan kemandirian ekonomi tercipta,” pungkasnya.

Usai memberikan arahan, Wakil Bupati beserta rombongan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah rumah warga di Tiyuh Gading Kencana. Di sana, tim dokter dan tenaga kesehatan langsung memberikan tindakan medis dan bantuan kesehatan kepada warga yang selama ini sulit menjangkau fasilitas kesehatan secara mandiri.

 

(*)

scroll to top