BERLARI-LARI KECIL ANTARA BUKIT SHOFA DAN MARWAH

IMG-20260527-WA0008.jpg

Oleh : _Ibnu Hajar Mahbub_

《—-ۜะะะۣۨ>[🤍]< ۣۨۨะะะۜ----》 Setelah mendapatkan jawaban dari Nabi Ibrahim, bahwa اَللّهُ ﷻ akan menjamin perlindungan dan keselamatan mereka, Siti Hajar kembali kepada anaknya yang masih kecil, kemudian membuka tas berisi kurma yang ditinggalkan Nabi Ibrahim dan memakannya. Dia juga membuka kantong air dan meminumnya. Tapi suhu di _Lembah Bakka_ sangatlah panas menyengat dan dalam keadaan seperti itu, persediaan makanan dan minumannya pun habis, hingga kemampuan Siti Hajar untuk menyusui anaknya otomatis menurun. Kita tidak tahu, berapa lama Siti Hajar bertahan tanpa air atau berapa lama air susunya habis. Tapi yang jelas air susunya habis, sehingga Nabi Ismail yang masih kecil menjadi rewel karena merasakan lapar dan haus yang sangat. Karena tidak tahan menyaksikan penderitaan Ismail dan tak berdaya meringankan kesusahan anaknya itu, Siti Hajar segera meninggalkan tempat itu untuk mencari bantuan. Mungkin akan ada rombongan kafilah yang akan melewati _Lembah Bakka_ atau mungkin akan menemukan mata air yang dapat menopang hidupnya. Siti Hajar bangkit dengan terhoyong-hoyong untuk mengamati bukit terdekat dengan perasaan cemas. Perlahan-lahan di tengah suhu udara _Lembah Bakka_ yang sangat panas menyengat, dia berjalan sambil berlari-lari kecil *( _sa'yun_ )* ke sebuah bukit yang ada di sebelah kiri dan meninggalkan Ismail di bawah naungan pohon. Setelah sampai di kaki bukit yang bernama *_Shofa_,* dia perlahan merangkak naik ke atas bukit dengan harapan akan menemukan rombongan kafilah yang lewat atau melihat ada sumber mata air. Namun setelah berada di atas bukit dan memandang ke segala arah, tidak dijumpai seorang pun dan juga tidak mendapatkan sumber mata air, dia berbalik dan menuruni bukit dengan permukaan batu licin dan tak rata ke arah _lembah_, dimana Nabi Ismail berada. Tapi setelah sampai kembali di lembah untuk sekedar beristirahat dan melihat kondisi anaknya, rasa kasih sayang terhadap Ismail kembali muncul. Maka, sambil berlari-lari kecil dia berusaha kembali untuk mencari tanda-tanda kehadiran orang lain. Kali ini dia berusaha mendaki bukit lain yang berada di sebelah kanan, yaitu *_Bukit Marwah_* yang berjarak sekitar _*450 meter*_ dari Shofa. Sebagaimana di _Shofa_, Siti Hajar berusaha untuk mencapai puncak bukit dan setelah berhasil menjangkau puncak _Marwah_, dia kembali mengamati lembah sekitar dengan harapan dapat menjumpai rombongan kafilah yang lewat atau sumber mata air. Setelah tidak dijumpai apa yang diharapkan, dia kembali menuruni bukit untuk menjumpai Ismail yang ditinggalkan. Kondisi Siti Hajar yang sangat kelelahan, sebetulnya dia ingin beristirahat untuk beberapa saat. Namun naluri keibuan dan melihat anaknya yang terlihat sangat kepayahan, Siti Hajar bangkit kembali untuk mencari kafilah yang lewat, bangkit dan berlari menuju _*Bukit Shofa*_ seperti sebelumnya. Namun sekali lagi, di atas _Bukit Shofa pun_ tidak ditemukan apa yang diharapkan, dia kembali menuju _Bukit Marwah_. _*Pola mendaki dan menuruni dari Bukit Shofa dan Bukit Marwah ini berulang sampai tujuh kali,*_. tentu saja dengan berbagai perasaan dan kejadian yang menimpa dirinya. Mungkin dia mengalami luka akibat terjatuh, di samping dehidrasi berat akibat panas terik matahari. Praktis Siti Hajar menempuh perjalanan dari _Bukit Shofa ke Bukit Marwah_ sejauh _*450 meter X 7 kali*_= 3.150 m. Jarak yang cukup jauai dalam kondisi panas menyengat dan tidak ada persediaan air . _*Kita dapat membayangkan betapa berat perjuangan seorang ibu demi anaknya dan betapa kesabaran dan ketaatan Siti Hajar akan peintah اَللّهُ ﷻ yang harus dijalaninya*_ Dari kisah pencarian air dan pencarian sumber kehidupan dengan cara berlari-lari kecil dari _Shofa ke Marwah_ sebanyak tujuh kali dan untuk mengenang betapa beratnya perjuangan _Siti Hajar_, maka berlari-lari kecil (_*sa'yi*_), itulah dijadikan sebagai salah satu syarat haji dan umroh. والله اعلم بالصواب ⊶⊶≏⏣≏⊷⊷❀⊶⊶≏⏣≏⊷⊷ Garut Ahad, 31 Mei 2026 14 Dzulhijjah 1447 H _Bersambung_...

scroll to top