Begitu Pilar Pelindung Hancur…Maka Terbongkarlah Kebusukan Yang Selama Ini Ditutupi😱

IMG_20260607_131529.jpg

Jakarta – Sorotan terhadap pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menguat setelah Kejaksaan Agung mengusut dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Di Sulawesi Selatan, perhatian publik kini tertuju pada 41 dapur MBG yang dikelola Yayasan Yasika Group. Sejumlah elemen masyarakat meminta aparat penegak hukum melakukan audit investigatif untuk memastikan tata kelola program berjalan transparan dan sesuai ketentuan.

Informasi yang beredar menyebut yayasan tersebut dipimpin Yasika Aulia Ramadhani, yang merupakan putri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud.

Desakan audit disampaikan sebagai bagian dari tuntutan transparansi penggunaan anggaran negara dalam pelaksanaan program MBG.

Ketua Umum Komunitas Cinta Indonesia (KCI), Moh. Aldy Maulana, meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Yasika Group.

Menurutnya, audit diperlukan untuk memastikan tidak ada potensi konflik kepentingan maupun penyimpangan dalam pengelolaan program yang menyangkut kepentingan jutaan penerima manfaat.

Menariknya, ketika polemik mengenai keterlibatan pihak swasta dan investor dalam pembangunan dapur MBG sempat menjadi perbincangan publik beberapa waktu lalu, Dadan Hindayana justru menyatakan tidak mempermasalahkan skema tersebut.

Dadan bahkan memuji keterlibatan investor karena dinilai membantu percepatan pembangunan fasilitas dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

ia menyebut pembangunan dapur melalui investasi mitra dapat mengurangi beban negara sekaligus mempercepat kesiapan infrastruktur program MBG.

Kini, setelah kasus yang menyeret namanya menjadi perhatian publik, berbagai pihak mendorong agar seluruh pengelolaan dapur MBG, termasuk 41 dapur di Sulawesi Selatan, diaudit secara terbuka untuk menjaga akuntabilitas program.(Red)

scroll to top