RENCANA HENDAK MEMBUNUH ROSULULLAH

IMG-20260527-WA0008.jpg

Oleh : Ibnu Hajar Mahbub
Terdapat dua moment penting yang terjadi pada bulan Muharram.
_Pertama_ terdapat hari yang agung yaitu _Hari Asyuro_ atau tanggal 10 Muharram sebagai tanggal kemuliaan bagi ummat Muslim karena pada tanggal itu, beberapa Nabi terselamatkan dari beberapa ujian dan cobaan dalam berdakwah. Kisah-kisah beberapa Nabi yang terselamatkan pada tanggal 10 Muharram telah penulis hantarkan sebelumnya.

_Kedua_ ditetapkannya Bulan Muharram sebagai awal tahun kalender hijriah dalam kalender Islam. Maka pada tulisan berikutnya, al-Faqier coba untuk menghantarkan kisah hijrahnya RosuLLOH.

🔏🔏🔏📝🔏🔏🔏

Alkisah, tatkala orang-orang kafir Quraisy mengetahui hijrah para Sahabat RasuLuLLoh ﷺ, baik yang ke _Habasyah (Ethiopia)_ maupun yang ke _Yatsrib_ (Medinah) , mereka menjadi takut akan kepindahan RasuLuLLoh ﷺ.. Mereka tahu bahwa kepindahan tersebut akan memudahkan bagi RasuLuLLoh ﷺ dan sahabatnya untuk memerangi mereka (kafir Quraisy).

Maka, berkumpullah orang-orang kafir Quraisy di _Darun Nadwah_ yaitu rumah milik _Qushay bin Kilab_. Rumah itu dinamakan dengan _Darun Nadwah_ karena menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang akan berunding untuk suatu makar.

Orang-orang Quraisy yang datang disana tidak ada yang tahu dengan cara apa yang akan dilakukan untuk membunuh RasuLuLLoh ﷺ dan tidak ada yang datang, kecuali orang yang sudah berusia di atas empat puluh tahunan.

_*Pertemuan itu dilakukan pada hari SABTU yang dipelopori dan dihadiri oleh Abu Jahal karena itu hari sabtu itu disebut sebagai hari makar dan tipu daya*_. Bersama mereka datang pula _IBLIS_ dengan bentuk orang tua dari _Najd_ (Yaman). Iblis berdiri di depan pintu rumah itu dengan menggunakan pakaian jubah tebal dari sutera.

Mereka bertanya : _*Dari mana syaikh ini?*_

Iblis menjawab : _*”Dari Najd dan aku telah mendengarkan apa yang akan kalian putuskan tentang Muhammad”*_

Mereka berkata : _*”Masuklah”*_. Maka Iblis pun masuk.

Peserta pertemuan berjumlah sekitar 100 orang, ada riwayat lain yang menyatakan bahwa jumlah mereka hanya 15 orang, diantaranya adalah _ABUL BUHAIRI, ABU JAHAL, ASWAD bin ROVI’AH (Al-Aswad), WALID bin MUGHIROH,_, dan tokoh Quraisy lainnya.

Abu Buhairi, yang kelak mati dalam _Perang Badr_ berkata : _*”Penjarakan dia dalam kamar besi dan tunggulah apa yang akan terjadi”*_

Iblis berkata : _*”Ini bukan pendapat. Coba pendapat yang lain”*_

_Aswad bin Robiah_ yang juga mati dalam Perang Badr berkata : _*”Kita usir Muhammad dari hadapan kita, terserah kemana dia akan pergi””*_.

Iblis berkata : _*”Ini juga bukan pendapat karena bisa jadi di negeri lain dia akan berdakwah dan banyak orang yang mengikutinya karena kehalusan budi pekertinya. Putarlah otak kalian dari pendapat yang lain”*_

_Abu Jahal_ tokoh central dari kaum kafir Quraisy dan pencetus ide pertemuan ini yang juga mati dalam Perang Badr berkata : _*”Sesungguhnya aku mempunyai pendapat yang kalian tidak memikirkannya. Sebaiknya kalian mengambil dari setiap suku seorang pemuda yang gagah, pemberani, dan dari golongan bangsawan. Kemudian dari setiap pemuda dibekali dengan pedang yang tajam. Mereka menyerbu Muhammad bersama-sama dan kita dapat beristirahat dari dakwahnya. Tuntutan akan kematiannya menyebar pada seluruh suku dan tidak mungkin Suku Bani Abdi Manaf akan menuntut balas atas kematiannya”*_

Berkatalah Iblis : _*”Nah, inilah pendapat yang benar dan sudah tidak ada lagi pendapat lain, maka segera laksanakan keputusan ini ! “*_.

Akhirnya pada hari sabtu itu disetujuinya pendapat Abu Jahal untuk membunuh RasuLuLLoh ﷺ dan akhirnya mereka bubar pada keputusan itu untuk mengumpulkan dan memberitahu kepada pemuda-pemuda dari setiap suku untuk bergerak pada malam harinya.

Kemudian datanglah _Malaikat Jibril_ kepada
RasuLuLLoh ﷺ dan berkata : _*”Wahai RosuLLOH, janganlah malam ini engkau tidur di atas tidur yang biasa kau tiduri. Maka RasuLuLLoh ﷺ mengundang Sahabat Ali bin Abi Thalib untuk tidur di rumah beliau”*_

Ketika malam datang, pemuda-pemuda Quraisy dari berbagai suku berkumpul di depan pintu rumah RasuLuLLOH ﷺ dan mengintainya menunggu beliau tidur lalu menyerbunya. Sebelum tidur, RasuLuLLoh ﷺ memerintahkan kepada Sahabat Ali untuk tidur di tempat tidur beliau dengan menggunakan selimut hijau yang biasa RasuLuLLoh ﷺ gunakan.

_Bersambung_

والله اعلم بالصواب

Pondok Aren
Sabtu, 27 Juni 2026
12 Muharram 1448 H

scroll to top