IP
BANYUMAS – Penyelenggaraan event budaya Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026 resmi diperkenalkan kepada publik melalui konferensi pers yang digelar pada Selasa (21/4/2026) pukul 15.00 WIB di Pendopo Si Panji, Purwokerto.
Kegiatan ini dihadiri Pegiat Seni Lengger Lanang, Rianto, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, serta Camat Banyumas, Jakarta Tisam
Dalam konferensi pers tersebut, panitia menyampaikan bahwa Banyumas Ngibing 2026 digelar dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia dengan mengusung tema “Beragam jiwa yang bebas menyatu dalam bumi” atau Souls of Diverse, United on Freedom in the Earth. Tema ini mencerminkan harmoni kehidupan, di mana perbedaan budaya, individu, dan spiritualitas menyatu dalam satu ruang kebudayaan.
Rianto menjelaskan, Banyumas Ngibing menjadi wadah besar untuk merayakan sekaligus menghidupkan kembali tradisi menari atau ngibing dalam skala luas.
“Event ini menjadi ruang untuk merayakan tradisi ngibing sekaligus mengenalkan kembali budaya Banyumas agar tetap hidup dan relevan, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan seni, tetapi juga membawa misi pelestarian budaya sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas daerah dan negara.
Sementara itu, Sadewo Tri Lastiono menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan event tersebut. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Banyumas sebagai pusat kebudayaan.
“Saya ingin menghidupkan Banyumas sebagai pusat budaya kota lama di Kecamatan Banyumas. Jadi semua budaya nanti akan ditampilkan di sini, biarkan Banyumas tumbuh sebagai kota budaya,” kata Sadewo.
Di sisi lain, Jakarta Tisam menyatakan kesiapan wilayahnya sebagai tuan rumah kegiatan, termasuk dukungan masyarakat dan berbagai pihak untuk menyukseskan acara.
“Kami bersama masyarakat siap mendukung penuh pelaksanaan Banyumas Ngibing, termasuk dari sisi fasilitas dan koordinasi di lapangan,” ungkapnya.
Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026 akan digelar pada Sabtu dan Minggu (2-3/5/2026), mulai jam 06.00 pagi hingga jam 06.00 pagi keesokan harinya. Kegiatan ini akan berlangsung di sejumlah titik di kawasan Kota Lama Banyumas, seperti Pendopo Adipati Mrapat, Area Taman Sari, serta area lainnya.
Event ini akan melibatkan sanggar-sanggar seni dari berbagai daerah seperti Cilegon, Tangerang, Jakarta, Bekasi, Bandung, hingga Yogyakarta dan Madura. Selain itu, partisipasi internasional juga datang dari sejumlah negara, di antaranya Jerman, Jepang, Meksiko, Amerika Serikat, Belanda, Kazakhstan, dan Malaysia.
Selain pertunjukan tari, Banyumas Ngibing 2026 juga menghadirkan berbagai program lain seperti pertunjukan musik tradisi dan modern, UMKM, mural art 24 jam, hingga pertunjukan ebeg.
Melalui kegiatan ini, Banyumas Ngibing diharapkan menjadi ruang ekspresi budaya yang inklusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat promosi budaya Banyumas di tingkat nasional maupun internasional.
Sumber : humas pemkab banyumas
Reporter D.E.P
