Dokter RSUD Banyumas Pelajari Sistem Pendidikan Dokter Spesialis Anak Di Australia Bersama Jejaring RSUP Dr Sardjito

IMG_20260609_194441.jpg

BANYUMAS – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan anak terus dilakukan RSUD Banyumas. Salah satunya melalui partisipasi dokter spesialis anak RSUD Banyumas, dr. Umi Rakhmawati, Sp.A., Subsp. Neuro(K), dalam program pembelajaran berbasis bukti (Evidence Based Medicine) di Australia yang berlangsung pada 1–5 Juni 2026.

Program internasional tersebut merupakan bagian dari kerja sama akademik antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dan The University of Melbourne dalam upaya memperkuat pendidikan dokter spesialis anak di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan di Royal Children’s Hospital Melbourne dan Department of Paediatrics, The University of Melbourne, Australia.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Umi bergabung bersama tim yang terdiri dari dokter spesialis anak pendidik klinis Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anak dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, serta perwakilan rumah sakit jejaring pendidikan yang meliputi RS Akademik UGM, RSUD Muntilan, RSUD Wates, dan RSUD Banyumas.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik dan rumah sakit jejaring melalui observasi langsung terhadap sistem pendidikan dokter spesialis anak yang diterapkan di Australia. Para peserta mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan akademik dan klinis, mulai dari ward round, supervisi klinis, diskusi kasus, hingga journal club, kuliah umum dan tes akademik mahasiswa kedokteran.

Menurut dr. Umi, sistem pendidikan dokter spesialis anak di Australia menekankan kolaborasi multidisiplin, pembelajaran berbasis bukti (Evidence Based Medicine), budaya keselamatan pasien, serta pemberian umpan balik yang terstruktur kepada peserta didik. Pendekatan tersebut dinilai mampu mendukung proses pembelajaran yang efektif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Pengalaman ini memberikan banyak wawasan mengenai bagaimana pendidikan dokter spesialis anak dapat berjalan beriringan dengan pelayanan klinis yang berkualitas. Banyak hal yang dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan pendidikan dan pelayanan di Indonesia,” ungkapnya.(Red)

scroll to top