Siasat Estetis Seniman Banyumas Akhirnya Beri Lampu Hijau untuk Pembangunan KDMP Di Gedung Soetedja

Banyumas – Ketegangan di kawasan Taman Budaya Soetedja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai mencair. Forum Seniman dan Budayawan Peduli Taman Budaya Soetedja yang sebelumnya gencar menolak pembangunan Koperasi Merah Putih (KDMP), kini mulai melunak.

Namun, lampu hijau ini tidak diberikan secara cuma-cuma. Para seniman mengajukan sejumlah syarat mutlak demi menjaga “ruh” kesenian di kawasan tersebut.

Keputusan ini lahir setelah digelarnya pertemuan krusial antara perwakilan seniman dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas pada Minggu (31/5/2026).

Meski begitu, hingga Selasa (9/6/2026), pihak seniman mengaku belum dipertemukan langsung secara tatap muka dengan pihak Koperasi Merah Putih.

“Pertemuan kemarin baru antara teman-teman seniman dengan pihak Dinporabudpar. Kalau dengan pihak KDMP, belum dipertemukan. Jadi, mereka menerima atau tidak usulan yang kami sampaikan, kami juga belum tahu,” ungkap Koordinator Forum, Rohadi.

Dua Syarat Utama> Geser Lokasi dan Desain Wajib “Nge-Seni”

Untuk memastikan pembangunan tidak merusak tatanan yang ada, Forum Seniman menyodorkan dua tuntutan utama terkait lokasi dan konsep bangunan:

》Selamatkan Lahan Teater Besar (Lokasi
Digeser): Seniman dengan tegas
menolak lokasi awal yang sudah dipatok
karena lahan tersebut sejatinya
disiapkan untuk pengembangan teater
tertutup berkapasitas besar. Sebagai
solusinya, mereka mengusulkan agar
bangunan koperasi digeser ke bagian
depan sisi utara kawasan taman budaya
yang saat ini masih berupa kolam ikan
dan taman luas.

》Wajib Bernuansa Budaya Banyumas:
Bangunan koperasi dilarang keras tampil
kaku atau berdiri sendiri sebagai gedung
umum biasa. Desain arsitekturnya harus
selaras dengan identitas lokal. Selain itu,
fungsi bisnisnya wajib mendukung
ekosistem seni, misalnya dengan
menyediakan ruang khusus untuk
memasarkan produk-produk seni dan
budaya Banyumas.

Tuntutan Terakhir> Jangan Singkirkan Seniman dalam Penyusunan Desain

Tidak mau kecolongan, Forum Seniman dan Budayawan juga menuntut agar mereka dilibatkan secara langsung sejak proses penyusunan desain bangunan.

Rohadi menegaskan bahwa sentuhan artistik dan ornamen budaya sangat krusial agar bangunan baru tersebut tidak merusak site plan kebudayaan yang sudah ada.

“Walaupun ada standar bangunannya, harus ada pengecualian karena menempati taman budaya. Jadi harus menyesuaikan supaya ruh taman budayanya tidak hilang,” pungkas Rohadi.

Kini, bola panas ada di tangan Plt Kepala Dinporabudpar Banyumas untuk menjembatani pertemuan lanjutan antara para seniman dengan pihak Koperasi Merah Putih. (Red)

scroll to top