Purwokerto – Kerusakan jalan di wilayah Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, memicu protes warga dan pengguna jalan.
Aspal rusak di sepanjang Jalan A. Jaelani tepat di depan kantor Kelurahan Karangwangkal yang baru dinilai membahayakan karena tak kunjung diperbaiki meski sudah dilaporkan.
Kekesalan warga ditunjukkan dengan pemasangan sejumlah spanduk bernada sindiran pada Kamis (14/5/2026).
Spanduk yang dibuat menggunakan cat semprot itu dipasang tepat di depan kantor kelurahan.
Tulisan pada spanduk tersebut di antaranya berbunyi “Pajak Telat Didenda, Jalan Rusak Dijorna #warga konoha”, “Selamat Menikmati Wisata Jalan Bodol #hati-hati dan waspada”, dan “Mobil Rusak Karena Dalan Bodol #karna judol”. Tulisan itu menjadi bentuk keresahan warga terhadap kondisi jalan yang dinilai semakin parah
Warga Karangwangkal, Robi, mengatakan kerusakan jalan sudah terjadi sekitar empat hingga enam bulan terakhir tanpa adanya penanganan. Lubang di badan jalan disebut semakin melebar dan kerap menyebabkan pengendara terjatuh, terutama saat hujan turun.
Jalan sudah rusak dan membahayakan. Apalagi kalau hujan, lubangnya tidak terlihat dan sering ada pengendara jatuh atau terpleset,” ujarnya.
Menurut Robi, protes dilakukan oleh para pengguna jalan yang merasa resah karena kondisi tersebut belum juga diperbaiki. Selain jalan berlubang, minimnya penerangan jalan membuat situasi semakin berbahaya saat malam hari.
Ia menyebut sejumlah lampu penerangan jalan dalam kondisi rusak dan belum mendapat penanganan dari pihak terkait. Kondisi gelap di malam hari membuat pengendara sulit melihat lubang di badan jalan.
“Kalau malam juga gelap karena penerangan minim. Lampu jalan rusak belum ada penanganan,” katanya.
kantor Kelurahan Karangwangkal yang baru dinilai membahayakan karena tak kunjung diperbaiki meski sudah dilaporkan
Menurut Robi, protes dilakukan oleh para pengguna jalan yang merasa resah karena kondisi tersebut belum juga diperbaiki. Selain jalan berlubang, minimnya penerangan jalan membuat situasi semakin berbahaya saat malam hari.
Robi menambahkan warga sebenarnya sudah beberapa kali melaporkan kerusakan jalan itu ke pihak kelurahan. Namun hingga kini masyarakat belum merasakan adanya perbaikan di lokasi tersebut.
“Sudah pernah laporan juga ke kelurahan, karena lokasinya memang persis di depan kelurahan,” imbuhnya.
Keluhan serupa disampaikan Abdul, warga Perum Sapphire Karangwangkal, yang menyebut kondisi jalan di lokasi tersebut sudah lama membahayakan pengguna jalan.
Bahkan beberapa tahun lalu pernah terjadi kecelakaan yang menimpa pedagang bakso keliling di lokasi itu.
“Dulu pernah ada bakul bakso jatuh sekitar jam tujuh malam, baksonya sampai tumpah,” ujarnya.
Abdul berharap pemerintah lebih memprioritaskan perbaikan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat kini semakin kritis sehingga persoalan di lapangan perlu segera mendapat respons cepat dari pemerintah.(Red)
