Jembatan Serayu Banyumas Akan Diperbaiki Selama 45 Hari Perbaikan Jembatan Bakal Ditutup


Banyumas – Rencana penutupan total Jembatan Serayu Banyumas mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Banyumas. Penutupan tersebut dilakukan untuk mendukung pekerjaan penggantian lantai jembatan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui balai jalan nasional.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan, mengatakan pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional terkait rencana tersebut.

Ia menegaskan, proyek perbaikan ini merupakan bagian dari penanganan jalan nasional yang melintasi wilayah Banyumas.

“Memang kemarin kami rapat dengan Balai Besar, karena pekerjaan ini merupakan kewenangan pusat. Intinya akan ada penggantian lantai jembatan yang otomatis membutuhkan penutupan total,” katanya.

Menurutnya, durasi pekerjaan diperkirakan berlangsung sekitar 45 hari. Namun demikian, pelaksana proyek diharapkan dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari target yang telah ditentukan.

“Estimasi sekitar 45 hari, tetapi diusahakan bisa lebih cepat. Kita juga mengakomodasi berbagai kepentingan, termasuk aktivitas pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, waktu penutupan juga mempertimbangkan kondisi masyarakat, khususnya agar tidak mengganggu kegiatan sekolah. Sehingga diputuskan waktu yang paling memungkinkan yakni sekitar Juni hingga Juli.

Kresnawan menambahkan, selama penutupan berlangsung, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan untuk mengurangi dampak kemacetan. Sejumlah jalur alternatif telah disiapkan, meskipun dengan pembatasan tonase kendaraan.

“Untuk kendaraan kecil masih bisa melalui jalur alternatif, tetapi untuk kendaraan berat akan diarahkan ke jalur lain yang lebih memungkinkan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas hanya berperan dalam koordinasi, mengingat seluruh proses teknis, anggaran, hingga pelaksanaan proyek berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Karena ini jalan nasional, seluruh penanganannya oleh pemerintah pusat. Kami di daerah sifatnya mendukung dan berkoordinasi agar pelaksanaan berjalan lancar,” tegasnya.

Kresnawan mengungkapkan, kondisi lantai jembatan saat ini memang sudah memerlukan perbaikan serius. Usia jembatan yang telah puluhan tahun menjadi salah satu faktor utama dilakukannya penggantian struktur tersebut.

“Perbaikan terakhir itu sudah lama, 34 tahun. Jadi memang sudah waktunya dilakukan pembaruan demi keselamatan pengguna jalan,” katanya.(Red)

scroll to top