Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah menambah petugas haji dari unsur TNI/Polri hingga 100 persen sebagai upaya untuk memperkuat layanan bagi jamaah, khususnya jamaah lanjut usia, pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

“Tahun kemarin petugas dari TNI dan Polri ada 70 orang sekian. Hari ini kita tambah menjadi 170 sekian, jadi 100 persen lebih dalam rangka untuk memastikan pelayanan kepada jamaah haji, pelayanan terbaik,” ujar Gus Irfan.
Menhaj mengatakan penambahan petugas merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan kepada jamaah calon haji semakin optimal.
Selain meningkatkan jumlah personel dari unsur keamanan, Kemenhaj juga memberi perhatian khusus pada aspek kesehatan jamaah.
“Tenaga kesehatan ditambah, tetapi yang lebih penting lagi adalah pemeriksaan kesehatan awal yang harus dilakukan lebih serius,” ujarnya.
Menhaj belum memegang angka pasti. Namun, ia menegaskan penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama, seiring dengan tingginya jumlah jamaah lansia.
“Nakes-nya saya angkanya belum tahu persis,” katanya.
Menhaj menilai pelaksanaan diklat calon petugas haji yang telah berlangsung selama beberapa hari di Asrama Haji Pondok Gede berjalan dengan lancar.
Diklat tersebut tidak hanya menyiapkan aspek pengetahuan, tetapi juga fisik dan mental para petugas.
“Salah satu tujuan dari petugas adalah fisik disiapkan, disiplin disiapkan, kemudian pengenalan medan disiapkan, kemudian pengetahuan tentang haji disiapkan, bahasa Arab disiapkan,” jelasnya.(Redaksi swanara)
