Purbalingga – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan peninjauan progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Purbalingga, Jumat (23/01/25).
Koperasi Desa Merah Putih yang ditinjau yakni KDKMP Kalimanah Wetan yang pembangunan gerai nya telah mencapai 89 persen.
Mengko Zulhas mengapresiasi percepatan pembangunan KDMP Kalimanah Wetan yang tidak lepas dari peran TNI dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
“Kami berterima kasih kepada TNI yang luar biasa atas kontribusinya dalam mendorong percepatan pembangunan koperasi ini, serta kepada Bapak Bupati yang telah men-support penyediaan lahan untuk pembangunan KDMP,” ujar Zulhas.
Zulhas menegaskan bahwa ketersediaan lahan menjadi tantangan utama dalam pendirian Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah. Idealnya, koperasi membutuhkan lahan sekitar 1.000 meter persegi. Namun di sejumlah wilayah, terutama kelurahan, luas lahan yang tersedia masih terbatas, berkisar 500–600 meter persegi.
“Program ini merupakan bagian dari gerakan ekonomi rakyat yang dicanangkan Bapak Presiden. Koperasi desa nantinya menjadi pusat penampungan hasil ekonomi rakyat dan akan bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” jelasnya.
Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif menegaskan bahwa progres pembangunan KDMP Kalimanah Wetan tidak terlepas dari dukungan penuh TNI. Terkait persoalan lahan, Pemkab Purbalingga siap mengambil peran strategis untuk memastikan ketersediaan lahan demi percepatan pembangunan KDMP di seluruh wilayah Purbalingga.
Dandim 0702/Purbalingga Letkol Untung Iswahyudi menyampaikan bahwa PT Agrinas Pangan Nusantara menargetkan pembangunan KDMP di Kabupaten Purbalingga sebanyak 144 titik.
Hingga saat ini, sebanyak 111 titik telah terbangun, sementara 33 titik lainnya masih dalam proses pematangan lahan.
“Kami membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah kabupaten maupun desa, terutama dalam penyiapan lahan. Kendala yang dihadapi saat ini adalah pematangan lahan agar siap dan rata untuk dibangun,” pungkasnya.(Redaksi swanara)
