Viral….!!!! Tangis Pilu Siti Muhajiroh Di Polres Kebumen> Menangis Histeris Depan Propam Aset Rp 250 Juta Raib Misterius Di Balik Garis Polisi!

Kebumen – Sebuah video memilukan viral di media sosial setelah memperlihatkan seorang wanita bernama Siti Muhajiroh, warga Kebumen, menangis histeris di hadapan petugas Propam Polres Kebumen.

Sambil terisak, Siti memohon keadilan karena kehilangan seluruh aset usahanya senilai Rp 250 juta yang tertinggal di dalam bangunan yang dipasangi garis polisi.

“Seharusnya kan dijaga pak, bukan dibiarkan hilang. Tolonglah pak, saya sudah tidak punya apa-apa. Untuk ke sini saja saya sampai harus pinjam sepeda motor,” ucap Siti dengan emosi yang pecah setelah setengah tahun memperjuangkan nasibnya tanpa kejelasan.

Kronologi Kejadian> Terseret Kasus yang Bukan Urusannya

Malang tak dapat ditolak, Siti sebenarnya sama sekali tidak terlibat dalam kasus kriminal apa pun.

Masalah bermula ketika sebagian area dari bangunan yang disewanya untuk usaha kafe, ternyata pernah digunakan oleh NWS—terdakwa kasus investasi bodong yang saat ini tengah menjalani persidangan.

Ketika kepolisian menyegel bangunan tersebut sebagai bagian dari penanganan hukum kasus NWS, seluruh peralatan usaha milik Siti otomatis terjebak di dalamnya.

Aset senilai seumpama emas itu meliputi:

》Mesin roasting kopi

》Pendingin ruangan (AC)

》Berbagai perlengkapan operasional kafe
lainnya

Garis Polisi Terpasang, Barang Justru Raib

Kuasa hukum Siti, Teguh Purnomo, menegaskan bahwa barang-barang milik kliennya murni aset pribadi dan bukan merupakan barang bukti maupun hasil tindak pidana. Anehnya, meski akses masuk telah dibatasi dan dijaga ketat oleh garis polisi, sebagian besar barang berharga di dalam bangunan tersebut justru dilaporkan telah raib.

Merasa ada yang tidak beres, Siti dan kuasa hukumnya mendatangi Polres Kebumen untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan perkara tersebut.

Siti juga sempat mempertanyakan mengapa saat olah TKP awal, dirinya dilarang melihat dan justru mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari oknum petugas.

Pihak kepolisian melalui Plt Kasi Humas Polres Kebumen, Aiptu Nanang Faulatun, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang menimpa Siti.

Nanang mengonfirmasi bahwa pengaduan Siti yang sempat viral tersebut kini sudah resmi diterima dan tengah ditindaklanjuti secara serius oleh Satreskrim melalui proses penyelidikan.

Kini, Siti dan kuasa hukumnya hanya menuntut satu hal: transparansi dan pertanggungjawaban yang jelas.

Jika aset tersebut terbukti dicuri saat berada dalam pengawasan hukum, mereka mendesak pihak kepolisian mengungkap siapa pelaku di balik hilangnya barang-barang tersebut demi tegaknya keadilan bagi rakyat kecil.(Red)

scroll to top