TERNYATA DIBALIK TERTANGKAPNYA PELAKU TAUFIK HIDAYAT

IMG_20260625_132407.jpg

Jakarta – Akhirnya terungkap sosok yang membuat Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan terhadap wanita di Bandung bernama Yuvita Tri Rezeki menyerahkan diri ke polisi.

Sebelumnya, Taufik Hidayat sempat buron selama beberapa hari setelah kasus penganiayan berat yang ia lakukan terhadap sang pacar terbongkar.

Resmi jadi tersangka, Taufik pun sempat masuk ke daftar pencarian orang (DPO) hingga diumumkan oleh Polda Jabar.

Hingga pada Selasa (23/6/2026) malam Taufik Hidayat berhasil diamankan oleh penyidik Polda Jabar.

Usut punya usut, Taufik ditangkap setelah menyerahkan diri ke polisi. Penyerahan diri yang dilakukan Taufik itu diceritakan oleh mantan bosnya, Dadang Ahyar Ismail.

Belakangan terungkap bahwa Dadang adalah sosok di balik luluhnya hati Taufik untuk menyerahkan diri ke polisi.

Kepada awak media, Dadang pun menceritakan detik-detik Taufik mau menyerahkan diri. Rupanya beberapa hari sebelum ditangkap, Taufik menghubungi Dadang secara mendadak.

Kala itu kata Dadang, Taufik terdengar panik lantaran sadar dirinya viral se-Indonesia.

“Awalnya si Opik itu beberapa hari yang lalu nelpon ke saya ‘pak gimana, saya ini viral bahkan se-Indonesia’. Terus saya lihat oh iya viral se-Indonesia. Terus saya bilang ‘kamu maunya gimana’. (kata Taufik) ‘pak gimana ya, minta bantuan perlindungan’. Mungkin karena saya kan punya anak di kepolisian juga, mungkin dia mikir ke sana,” ungkap Dadang Ahyar Ismail, Rabu (24/6/2026).

Dimintai bantuan oleh Taufik, Dadang lantas memberikan nasihat. Bahwa sepandai-pandainya Taufik bersembunyi, lambat laun pasti akan ketahuan juga. Karenanya, Dadang pun memberikan tiga pilihan kepada sang tersangka.

“Ya udah gini aja, kamu kalau misalkan lari-lari, kalau mujur sampai kakek-kakek pasti lari, capek, itu yang pertama. Kedua, karena di medsos udah ramai, kamu bisa jadi ketangkap warga, mati di jalan. Atau yang ketiga, ketangkap sama polisi, kayak di tv ditembak. Itu kamu milih yang mana,” ucapnya.

Nasihat dari Dadang itu pun ampuh membuat hati Taufik melunak. Taufik akhirnya mau menyerahkan diri ke polisi.

Mendengar hal itu, Dadang pun langsung mengatur siasat dengan polisi untuk menangkap Taufik.

“Sampai kemarin (kata Taufik) ‘ya udah, saya ngikut bapak aja, menyerahkan diri’. Ya sudah kalau menyerahkan diri, saya telepon pihak berwenang pak Hendi dari kepolisian. Saya koordinasi dengan pak Hendi cuma masih bikin strategi gimana caranya dia benar-benar menyerahkan diri karena setiap (Taufik) telepon itu ganti nomor,” imbuh Dadang.

Sampai pada Selasa malam, Taufik kembali menghubungi Dadang dan mengaku ingin menyerahkan diri.

Di momen itu sudah ada polisi bernama Hendi yang menunggu di sekitar kediaman Dadang.

“Kalau misalkan dia (Taufik) rencana mau ke rumah saya, pak Hendi siap-siap ke rumah saya. Kebetulan dia (Taufik) nelepon lagi bilang ‘saya mau menyerahkan diri), saya bilang kamu harus kooperatif. Datang (Taufik) udah ada pak Hendi, terus sama Pak Hendi dibawa masuk ke sini ngobrol, baru lah dibawa sama anggota Polda,” katanya.

Sebelum mau menyerahkan diri, Taufik sempat mengajukan syarat ke mantan atasannya itu.

“Perjanjiannya (kata Taufik) ‘boleh saya menyerahkan diri tapi pak Dadang ikut juga’. Akhirnya saya ikut dari belakang,” ucapnya

Adapun alasan Taufik menghubunginya kala menjadi buronan, Dadang mengungkap penjelasan.

“Kenapa dia telepon ke saya? karena tahun 2023, 2024 itu satu pekerjaan. Saya kan paling tua di pekerjaan, jadi yang dituakan, anak-anak kalau ada apa-apa telepon ke saya, termasuk si Opik juga,”katanya.(Red)

scroll to top