Jokowi pernah mengatakan setelah nantinya ia tak lagi jadi presiden, ia akan kembali pulang kampung, ke Solo dan menjadi rakyat biasa saja. Kenyataannya jauh berbeda dengan yang diomongkan oleh manusia nggedabrus yang tidak tahu diri ini.
Pertama, ternyata setelah ia tak lagi menjadi presiden, Jokowi malah sibuk memelihara Termul. Iapun ikut-ikutan menjadi tim sukses calon-calon kepala daerah, yang di antaranya kini terlibat korupsi dan diseret ke KPK. Contoh terbaru Bapati Pati dan Walikota Madiun.
Kedua, Jokowi malah terlihat sibuk memobilisasi warga dari beberapa daerah, untuk datang berkunjung ke rumahnya, dan diberi kesan seolah-olah mereka rindu dan ingin bertemu Jokowi. Ada yang nangis-nangis, memuji-muji dll. Padahal dalam faktanya mereka semua disetting duluan oleh orangnya Jokowi untuk melakukan drama seperti itu.
Ketiga, Jokowi setelah berhasil mengobrak-abrik tatanan hukum dan demokrasi di negeri ini, Jokowi sekarang nampak lebih sibuk untuk membesarkan partai politik yang diketuai oleh anaknya sendiri.
Jokowi juga berjanji di hadapan seluruh kader PSI, bahwa ia akan mengunjungi puluhan provinsi, ratusan kabupaten/kota dan ribuan kecamatan serta desa-desa di seluruh Indonesia untuk memenangkan PSI.
Namun ironisnya, Jokowi untuk mau datang ke pengadilan terkait persidangan ijazah palsunya saja, tidak sekalipun Jokowi mau atau bersedia datang, meskipun Jokowi sudah dipanggil berkali-kali oleh pengadilan untuk membuktikan keaslian ijazahnya.
Jokowi diminta hadir di Pengadilan Negeri Surakarta untuk persidangan tuduhan Ijazah Palsunya tidak bersedia datang, dipanggil di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat juga tidak pernah mau datang, padahal dia sudah beberapa kali menyatakan akan datang dan menunjukkan ijazahnya kalau diminta datang oleh pengadilan.
Kalau sudah demikian, apa yang bisa kita katakan untuk inkonsistensi manusia satu ini? Kalau kita terus bersuara memberikan perlawanan untuknya, kita akan dituduh para Termul binaannya sebagai orang yang sakit hati, belum bisa move on dlsb.
Tetapi kalau kita berdiam diri untuk kejahatan manusia satu ini, kejahatannya akan semakin menjadi-jadi, meskipun tamparan langit untuk Jokowi satu persatu mulai nampak benar-benar terjadi.
Mukanya yang lebam, rambutnya yang longsor dan giginya yang berantakan. Jokowi kini tiada hari tanpa lepas dari perburuan hujatan mantan rakyat dan pendukungnya, apalagi dari para lawan politiknya sendiri.
Jokowi benar-benar tengah menuai apa yang selama ini ditanamnya sendiri; dusta dan penghianatan, manipulasi dan kelicikan, hingga Jokowi sampai hari ini tidak pernah lepas dari caci maki jutaan orang yang sudah muak padanya !.
Orang-orang hebat dari kalangan akademisi, lawyer, dokter, purnawirawan jenderal Polisi dan TNI berdiri tegap mengkritisinya. Di sisi lain orang-orang sontoloyo, preman dan pecatan advokat yang berseragam ala militer berbintang 100 di pundak dan dadanya, mendeklarasikan diri sebagai Komandan Termulnya Jokowi. Memalukan bukan?
Tragis sekali akhir nasib dari seorang bekas presiden yang berkhianat pada rakyat dan pemimpin yang pernah menjadikan dirinya dan anak-anak serta menantunya, menjadi tokoh dan pejabat-pejabat negara. Ia tidak mau bersyukur namun malah semakin hari malah semakin beringas merusak tatanan bernegara dan berdemokrasi. Sapere aude ! Beranilah berpikir ! Salam revolusioner ! Merdeka ! ✊️…(SHE).
Sabtu, 31 Januari 2026.

Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Analis Politik. Alumnus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (1985-1991).
Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Analis Politik.
