Bogor – Seorang ART berinisial RR (26) asal Garut tewas setelah mengalami penyiksaan oleh tiga rekan kerjanya di sebuah rumah di kawasan Kota Wisata, Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Peristiwa ini dipicu hilangnya charger jam tangan milik majikan pada 26 Mei 2026.
Karena charger tidak ditemukan, tiga ART berinisial J, F, dan D menuduh RR sebagai penyebabnya. Korban kemudian dipaksa masuk ke kamar mandi, dipukuli, dan disiram air mendidih dari kepala hingga kaki secara bergantian. Korban juga dipukul menggunakan botol semprot dan sapu hingga mengalami luka parah.
Setelah penyiksaan, RR dibiarkan terbaring lemah di kamar pembantu. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada 30 Mei 2026.
Awalnya, para pelaku dan majikan mengaku korban meninggal akibat sakit, terpeleset, dan terkena air panas.
Namun kecurigaan warga yang melihat adanya luka-luka di tubuh korban membuat polisi melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat kain kafan dibuka, ditemukan sejumlah tanda kekerasan yang mengungkap kasus tersebut.
Ketiga pelaku kini telah diamankan polisi dan mengakui perbuatannya. Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.(Red)
