Satreskrim Polres Padangsidimpuan Cek Stok BBM Di SPBU Pasca Banjir

WhatsAppImage2025-11-26at21.08.51_320091.jpeg

Padangsidimpuan – jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Padangsidimpuan menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menanggapi potensi krisis energi yang mulai menghantui warga kota. Dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal, AKP Hasiholan Naibaho, S.H., M.H., tim Satreskrim bergerak cepat meninjau ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Kota Padangsidimpuan.

Hasil peninjauan mendalam yang dilakukan tim Satreskrim mengungkapkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

Laporan di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas SPBU di Kota Padangsidimpuan mengalami kelangkaan parah untuk dua jenis BBM yang paling dibutuhkan masyarakat: Pertalite dan Solar. Parahnya, di banyak lokasi, stok kedua jenis BBM bersubsidi ini dilaporkan dalam kondisi Nihil Stok.

Antrean panjang yang sudah mulai terlihat di beberapa titik menjadi indikasi nyata dari krisis pasokan ini.

AKP Hasiholan Naibaho menjelaskan bahwa kelangkaan ini tidak disebabkan oleh masalah internal atau penimbunan, melainkan karena faktor alam yang tidak terhindarkan.

akses distribusi utama BBM dari arah Sibolga, yang merupakan jalur logistik vital bagi pasokan ke Padangsidimpuan, terputus total akibat bencana banjir hebat.

Terputusnya jalur utama ini telah secara efektif melumpuhkan rantai pasok dalam beberapa waktu terakhir. Menghadapi situasi genting ini, pihak Pertamina bergerak cepat menyusun strategi darurat.

Untuk memecahkan kebuntuan distribusi dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, Pertamina saat ini merencanakan pengiriman stok BBM alternatif dengan mengambil rute yang berbeda, yakni dari Dumai.

Langkah ini diharapkan dapat segera menggantikan pasokan yang hilang dari Sibolga dan mengembalikan ketersediaan stok di SPBU.

Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan memastikan kepada masyarakat bahwa hasil temuan tidak mengarah pada adanya praktik penimbunan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab di SPBU.

“Kami telah memeriksa langsung ke setiap SPBU dan mengkaji laporan stok mereka. Kami pastikan kelangkaan ini murni disebabkan oleh kendala logistik akibat bencana banjir. Tidak ada indikasi penimbunan. Satreskrim Polres Padangsidimpuan berkomitmen untuk terus mengawal seluruh proses distribusi BBM yang baru ini, khususnya pengiriman dari Dumai, hingga pasokan benar-benar normal dan ketersediaan BBM kembali stabil di seluruh Kota Padangsidimpuan,” tegas AKP Hasiholan Naibaho.

Upaya pengawasan dan pengawalan distribusi ini menjadi fokus utama Satreskrim, guna memastikan bahwa BBM yang datang nantinya dapat disalurkan secara adil dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mencegah munculnya spekulan atau praktik penimbunan selama masa kritis ini.(Redaksi swanara)

scroll to top